Minggu, 22 Januari 2012

Dengan Apa Keyakinan Itu Didapat?

http://tatahati.blogsome.com/category/menata-hati/

Al Hakim At Turmudzi rahimahullah ditanya, “Dengan apa keyakinan itu didapat?”
Beliau menjawab, “Dengan kesucian hati.” Karena keyakinan itu suci, sehingga ia dapat mensucikan tempatnya hati.
Kemudian beliau ditanya, “Apa yang mensucikannya?”
Beliau menjawab, “Meninggalkan sesuatu yang hatimu merasa gelisah dan ragu karenanya, sebagai bentuk wara’ (hati-hati karena takut terjerumus maksiat), lalu kamu mensucikannya dari segala keterikatan dengan segala bentuk syahwat dan keinginan.
Apabila kamu melaksanakan hal ini, maka hatimu akan berkilau, sehingga ia bagaikan cermin bagimu. Setiap kamu memikirkan sesuatu tentang akhirat, hal tersebut akan tampak tergambar dalam cerminmu itu, sehingga akhirat menjadi tampak nyata bagimu. Apabila kamu mencegah hatimu dari keinginan-keinginan nafsumu sebagaimana kamu menjaga cerminmu dari panasnya hawa nafsumu, maka alam malakut akan terbayang dalam cerminmu, sehingga perkara langit hingga arsy-Nya tampak nyata bagimu. Kamu dapat melihatnya dengan kedua mata hatimu seolah-olah kamu melihatnya secara langsung. Hal ini sebagaimana yang diucapkan oleh Haritsah ra, “Wahai Rasulullah, seakan-akan saya melihat singgasana Allah dengan jelas, juga melihat para penghuni surga bagaimana mereka saling mengunjungi, juga melihat para penghuni neraka bagaimana mereka menjerit minta tolong.” Rasulullah saw pun lalu berkata, “Kamu telah mengetahui ini, maka pertahankanlah. (Ia adalah) Hamba yang Allah SWT telah memberikan cahaya iman dalam hatinya.”
(Muhasabah Diri . Imam At Turmudzi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar