Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Januari 2012

"Muhasabah Diri” karya Imam Tirmidzi:

20-06-2012 * Muhasabah Diri *


Orang-orang yang diberi pemahaman oleh Allah selalu berusaha mengendalikan dan mengintrospeksi dirinya. Mereka berujar, “Bagaimana caranya agar kami tidak berduka cita atas hilangnya kekayaan dan kenikmatan duniawiyah, dan bagaimana caranya agar kami tidak banyak mengangankan kesenangan duniawiyah ini?” Mereka mencari sebab darimana datangnya bahaya yang menimpa mereka (yang disebabkan keinginan duniawiyah).


Mereka dapati bahwa ketika diri mereka menginginkan sesuatu, mereka mengatakan dan mengangankannya kemudian berusaha mencari dan mendapatkannya sekuat tenaga, mereka berikan harapan pada diri mereka akan keberhasilan mendapatkannya.
Ternyata ketika mereka tidak berhasil meraihnya,mereka bersedih dan berduka atasnya. Akhirnya mereka dapat memahami bahwa sedih dan duka ini diakibatkan oleh angan-angan untuk mendapatkan keinginan tersebut, juga karena mereka memberikan suatu harapan pada diri mereka akan keberhasilan mendapatkannya.


Akibatnya, diri mereka terlanjurmerasa senang jika keinginan tersebut tercapai, dari sini semakin kuatlah nafsu untuk mendapatkannya.(Setelah memahami hakikat ini) akhirnya mereka berusaha mengendalikan diri dengan cara meninggalkan keinginan-keinginan dan memutus angan-angan sehingga padamlah api syahwat dan keinginan dalam diri mereka.Mereka berusaha melawan hawa nafsu dan ajakannya hingga akhirnya hawa nafsu pun tunduk.


Jika datang suatu perkara atau terlintas suatu keinginan dalam hati, mereka tidak mengangankannya juga tidak memberikan suatu harapan, mereka menunggu kepastian takdir yang telah tertulis di Lauh Mahfuzh sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, mereka menyerahkan semua urusan pada Allah, tunduk pada kebijaksanaan Allah Swt seperti tunduknya seorang hamba pada tuannya.


Maka (dengan sebab ini) mereka dapat hidup di dunia ini dengan mendapat derajat yang tinggi di sisi-Nya, dengan kedudukan yang paling mulia, hati yang sangat tenang dan kehidupan yang bahagia dan tentram di bawahnaungan agama Islam. Mereka mati (dari segala keinginan dan angan-angan duniawiyah) dengan membawa kesenangan dan kebahagiaan, sehingga mereka dapat berjumpa dengan Tuhan yang tidak murka.


Mereka ridha terhadap Allah, dan Allah pun ridha terhadap mereka. Mereka diberi pertolongan, kemauan dan kekuatan batin, kebersihan hati dan kemenangan terhadap musuh di dunia ini, dan mendapat kedekatan serta kasih sayang Allah di akhirat nanti.


“Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, sesungguhnya golongan Allah itulah
golongan yang beruntung.” (QS Al Mujaadalah [58]:22)“Para kekasih Allah, tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak (pula) mereka berduka cita.”(QS Yunus [10]:62.
Hati mereka bercahaya oleh keyakinan, sehingga keadaan mereka tidak berubah walaupun ketika mendapat musibah. Setiap mereka mendapat kesulitan atau kemudahan, rasa takut atau rasa aman, hina atau mulia, musibah atau kenikmatan, mata hati mereka akan segera melihat bahwa hal yang menimpa mereka memang telah tertulis dalam Lauh Mahfuzh sebagaimana yang mereka alami saat itu, dan hal ini sudah menjadi ketetapan dari Allah Swt.

Dalam diri mereka tidak ada keinginan atau hawa nafsu yang memberatkan mereka dalam menerima ketetapan Allah ini. Mereka menyambut ketetapan-Nya dengan wajah yang riang gembira dan berseri-seri. Mereka adalah orang-orang yang selalu rela dan bersabar.
Kebalikan dari mereka adalah orang-orang yang menerima ketetapan dari Allah dengan rasa tidak senang dan berat hati.

Hal ini disebabkan karena keinginan mereka masih kuat dan hidup dalam diri mereka, ditambah dengan keyakinan yang lemah sehingga mereka tidak melihat adanya kehendak dan kasih sayang Allah pada mereka dalam menetapkan perkara tersebut. Mereka tidak merasakan adanya kenikmatan dalam menerima kehendak Allah ini. Kenikmatan menerima kehendak (yang seharusnya mereka rasakan) telah bercampur dengan pahitnya nafsu, sehingga kenikmatan tersebut lenyap terbawa pahitnya hawa nafsu, sebagaimana halnya kamu menemukan pahitnya obat, lalu kamu mencampurnya dengan madu atau gula dan sebagainya sehingga dapat mengalahkan rasa pahit serta menghilangkannya.

Kenikmatan menerima kehendak Allah Swt dalam hatimu hanya dapat dirasakan sebatas kadar cintamu kepada-Nya. Dan kadar cintamu kepada-Nya dapat kau rasakan sejauh kadar ma’rifat (pengetahuan)mu akan kekuasaan-Nya. Semakin kamu mengenal-Nya bahwa Allah Swt adalah Yang Tertinggi di atas apapun maka semakin tinggilah kedudukan-Nya dalam dirimu, dan semakin cintalah kamu terhadap-Nya. Oleh karena itu, pepatah mengatakan, “Orang yang paling mencintai Allah adalah orang yang paling mengetahui-Nya dan paling mengenal-Nya.”


Dalam hal ini Badil Al ‘Uqaili berkata, “Barangsiapa mengenal Allah, ia akan mencintai-Nya. Dan barangsiapa mengenal dunia ini, maka ia akan bersikap zuhud terhadapnya.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Mubarak).

Berkata Sufyan Ats Tsauri rahimahullah, “Hajjaj bin Farafishah menyitir perkataan Badil rahimahullah berikut ini, ‘Barangsiapa tidak mampu mengendalikan diri, maka ia hanya dapat menerima segala ketetapan dan kehendak Allah sebatas keimanannya saja, ia dapat bersabar atas segala perkaranya sebatas ketakwaannya saja dengan dipenuhi rasa berat hati serta kehidupan yang susah dan sulit.


Dan barangsiapa mampu mengendalikan dan mengarahkan dirinya, maka nafsunya akan tunduk serta terlepas dari perangai buruknya dan Allah akan memberinya pertolongan serta menepati janji-Nya.” Hal ini sesuai dengan penjelasan Allah Swt dalam Al Qur’an berikut : “Berjuanglah di jalan Allah dengan perjuangan yang sebenar-benarnya…”(QS Al Hajj [22]:78)

Dalam ayat di atas Allah memerintahkan untuk berjuang melawan nafsu dan melepaskan diri dari akhlak yang tercela, yang selalu menginginkan sesuatu yang berlawanan dengan keinginan Allah Swt. Jika sekiranya Allah membiarkan kita dengan perintah-Nya (dalam ayat) ini saja, niscaya perintah-Nya ini merupakan perintah yang agung dan dahsyat. Tetapi Allah menjanjikan dalam ayat lain bahwa Dia akan memberikan keselamatan, kekuatan dan pertolongan serta petunjuk sesuai dengan firman-Nya: “Orang-orang yang berjuang di jalan Kami, niscaya akan Kami tunjukkan pada jalan-jalan Kami kepada mereka.

Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al ‘Ankabuut [29]:69) Allah-lah yang memberimu petunjuk, Dia selalu bersamamu, memberi pertolongan dan kekuatan. Kasih sayang-Nya amat dekat denganmu. Siapa lagi yang memberimu kekuatan dan Siapa lagi yang dapat menemukanmu? (Hanya Allah semata!)

http://tatahati.blogsome.com/category/menata-hati/

Jumat, 22 April 2011

KETIKA KERTAS PUTIH ITU SALAH GORES

Dari Abu Hurairah r.a. berkata :Rasulullah SAW bersabda : Tiada

seorang anakpun yang lahir kecuali ia dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka

kedua orang tuanyalah yang menjadikan ia beragama Yahudi, Nasrani dan

Majusi (HR.Muslim)



Sahabat Rumah Yatim Indonesia yang senantiasa dalam naungan Cinta dan Kasih Sayang Allah SWT, diantara 3 kekayaan yang akan kekal sampai Alam Penantian kita kelak adalah Anak yang Shaleh yang senantiasa memberikan Penghargaan dan Do'a kepada kita sebagai orang tua, namun apa yang akan terjadi jika anak-anak yang kita lahirkan itu kesuciannya ternoda oleh tangan kotor dan perilaku kita sebagai orang tua ? , mungkin kisah dibawah ini dapat menjadi renungan untuk kita semua.......

--------------------.



Menjelang istirahat di sebuah kursus pelatiahan, sang Motivator mengajak para peserta untuk melakukan suatu permainan. " Siapakah orang yang paling penting dalam kehidupan Anda ? ", tanyanya., lalu Motivator itu menunjuk salah seorang wanita cantik bernama Nisa.



Nisa diminta maju menuliskan 20 nama orang yang paling berharga dalam kehidupannya. Nisapun kemudian menuliskan 20 nama di papan tulis, ada nama tetangga, teman belajar, saudara, orang tua dan orang-orang tercinta lainnya.



Kemudian sang motivator meminta mencoret satu nama yang dianggap kurang penting, nisa mencoret nama tetangganya, lalu motivator itu menyilahkan mencoret satu nama lagi yang kurang penting, sekarang Nisa mencoret nama teman belajarnya.



Begitu seterusnya sampai pada akhirnya di papan tulis tersisa 5 nama yaitu Ayahnya, Ibunya, kakeknya, neneknya dan nama suaminya. Suasana kelas mendadak sunyi, semua peserta pelatihan memusatkan perhatian kepada sang Motivator, menebak-nebak  intruksi selanjutnya dari sang motivator itu. Di tengah keheningan sang motivator berkata " coret dua nama lagi ! ", dengan tangan gemetar Nisa dan gelisah diangkatnya spidol kemudian mencoret nama Ayah dan Ibunya.

Seketika itu pun pecah isak tangis di kelas demikian juga Nisa yang mengeluarkan buliran air mata membasahi pipinya seolah mengingat sesuatu yang cukup menyakitkan, kemudian dia coret juga nama kakek neneknya dan hanya tertinggal nama suaminya, lalu dia bergegas kembali ke tempat duduk karena tidak mampu menahan tangis.



Setelah suasana sedikit tenang, sang motivator itu lalu bertanya : " orang yang berharga dalam hidup Anda bukan kedua orang tua Anda ? orang tua yang melahirkan dan membesarkan Anda, kakek nenek yang mengasihi dan menyayangi Anda, sedangkan suami masih bisa dicari lagi apalagi Anda masih cukup muda. Mengapa Anda memilh sosok suami sebagai orang yang paling berharga ? boleh Anda maju lagi menjelaskannya ! ".



Semua mata tertuju kepada Nisa, wanita cantik yang sekarang berada di depan kelas, sambil terisak Nisa bercerita : " semenjak aku kecil sampai aku dewasa tidak pernah aku rasakan ciuman cinta dari papa dan mamaku, yang aku terima dari mama hanyalah cacian dan kata-kata yang menyakitkan, kamu bego, kamu bodoh, tolol dan lain-lain, dan ketika aku masih usia SD sebuah putung rokok papa mendarat di pahaku serta kekerasan fisik lain yang susah aku lupakan sampai sekarang, bersyukur aku punya kakek nenek yang sangat menyayangiku sebagai tumpuhan segala penderitaanku, namun sayang kakek meninggal sejak aku masih kecil sedangkan nenek tinggal cukup jauh dari rumahku ", mendadak suasana kelas semakin gaduh dengan isak tangis demikian juga air mata Nisa yang semakin deras berjatuhan.



Setelah suasana tangis di kelas mereda, sang motivator kembali bertanya : " lalu ada apa dengan suami Anda begitu berharga dalam hidup Anda ? ", Nisa tiba-tiba  tersenyum, : " ketika hidupku diambang jurang kehancuran dan nista, dia hadir memenuhi relung-relung jiwaku yang sudah sekian lama hampa, dia membimbingku dan menunjukkan jalan yang lurus, dia membangkitkan semangat belajarku yang telah punah dan mengantarku meraih gelar sarjana, dia memotivasi aku dan memberikan kepadaku Visi Hidup menuju sukses di masa depan, Aku bersyukur bertemu dengan suami yang sangat perhatian dan selalu memahami problematikan hidupku, sehingga aku tidak lagi mendendam dengan kedua orang tuaku ".



Thank You Allah,

I Love You my husband forever

Mama, Papa, I am Sorry if I must far your life.

for You All, I am not as your thoughts



Sahabat, melahirkan anak atau Generasi yang Shaleh dan Sahalehah tidaklah semudah membalikkan telapak tangan kita, karena betapa gelombang kemaksiatan sangat besar dan akan menghantam setiap kita,  hanya dengan melibatkan Tangan Allah disetiap aktifitas pendidikan dan pembinaan terhadap anak dan generasi kita yang akan mampu mencetak Generasi yang unggul , Shaleh dan Shalehah sebagaimana yang kita semua harapkan



Bersama RYI, kita bantu bangun Generasi yang Shaleh dan Shalehah dari kalangan Yatim dan Dhu'afa, http://www.rumah-yatim-indonesia.org


DO NOT ACCEPT IF SEAL IS BROKEN

Sahabat, seringkali kita salah persepsi ketika menilai fenomena yang sedang terjadi akibat dari membebek dengan pendapat media massa dan pendapat sebagian besar tokoh yang sedang gencar-gencarnya memfonis kalangan tertentu yang dianggap melanggar norma kemasyarakatan dan nasionalisme.

Contoh Penangkapan orang-orang yang diduga 'Pelaku Teror' yang kebetulan para istrinya berjilbab besar dan bercadar, maka serta merta kita ikut-ikutan memfonis minimal mencurigai setiap ada wanita berjilbab besar dan bercadar, " awas ya, waspada ! " itulah kata hati kecil kita.

Padahal tahukah kita apa alasan para wanita itu berjilbab besar dan bercadar ? inilah kisah yang mudah-mudah dapat mengubah persepsi atas sebagaian beser fonis yang tersebar di kebanyakan orang.

Seorang Yahudi bertamu ke rumah salah seorang Ulama. Ketika sang Yahudi dan Ulama ini duduk di ruang tamu tiba-tiba melintas wanita berpakaian serba tertutup.
Si yahudi pun kemudian bertanya kepada Ulama, "Ya Syaikh siapakah orang yang lewat tadi."
"Dia Istriku." Jawab Syaikh.
"Kenapa agama anda sangat berlebihan dalam mengatur pakaian wanita?"
Syaikh terdiam dan tidak menjawab, kemudian berkata, " Kalau tidak keberatan, Maukah anda kuajak berjalan-jalan di pasar."
" oh, Dengan senang hati."

Syaikh dan orang yahudi itupun pergi ke pasar yang tidak jauh dari rumah Syaikh. Tiba di pasar sang Syaikh langsung mengajak orang yahudi ke dekat penjual kue kaki lima.
"Ini ada bermacam-macam kue, semuanya hampir sama enak rasanya, namun ada yang tertutup dengan bungkusan ada yang terbuka, kira-kira kalau anda saya suruh memilih kue yang mana akan anda pilih, yang tertutup atau terbuka?"

Tanpa banyak pikir Yahudi tersebut menjawab, "Tentu saya pilih yang tertutup, karena lebih bersih, serta terjaga dari sentuhan tangan dan lalat yang bisa membawa kotoran dan penyakit."

Mendengar jawaban orang yahudi, Ulama tersebut langsung menyambung. "Begitulah agama kami menjaga wanita kami, mereka hanya milik kami, tidak boleh sembarang dilihat orang apalagi disentuh ?"

Konon mendengar jawaban Sang Ulama orang yahudi akhirnya mengucapkan dua kalimat Syahadat. Alhamdulillah.

Do not Accept if Seal Is Broken ( Jangan terima jika segel penutupnya rusak ) . Jangan dikira ini hanya berlaku untuk botol air mineral dan sejenisnya. Ini berlaku juga bagi manusia lho. Orang mana sih yang mau dapat sisa? Sebejat-bejat apapun seseorang pasti yang dia dambakan adalah yang baik-baik. Sebelang-belangnya hidung lelaki dan berapapun banyaknya wanita ia nodai, jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia pasti menginginkan wanita pendamping hidup yang berhidung mulus alias ndak belang, bermata jeli tapi tak jelalatan dan suci alias........Seal Is Not Broken.

Simak juga kisah dibawah ini, semoga Hidayah senantiasa bersama kita,

Walaupun kami berasal dari kampus yang berbeda, tapi kami cukup akrab karena kami sering bertemu di kegiatan-kegiatan keislaman yang ada di kota ini, Makassar, kota metropolitan yang menjadi tempat kami bertemu, tempat kami merantau untuk menimba ilmu.

Hari ini aku bertemu lagi, ia datang ke kantorku. Aku tidak kaget karena memang ia sering berkunjung ke sini. Ia pasti datang untuk menemui teman-teman yang ada di sini, pikirku. Karena selain aku, masih banyak teman lain yang juga akrab dengan dia. Kadang kalau kami berkumpul, kami menghabiskan banyak waktu untuk bertukar pikiran, apalagi kami sama-sama belajar Islam.

Tapi ternyata tidak, kedatangannya lebih dari itu, dia mau pamit... waduh... mau ke mana? Mau pulkam (pulang kampung). ha... pulkam? Pulkam ke mana? Ke tarakan... aku baru tau kalau ternyata dia berasal dari tarakan. Selama ini aku tidak pernah bertanya dia dari mana. Aku berpikir kalau dia juga berasal dari daerah yang tidak begitu jauh dari kota terbesar pulau Sulawesi ini. Ternyata dia bersal dari pulau seberang, pulau Kalimantan, tepatnya Tarakan Kalimantan Timur. Sudah begitu masih jauh lagi, bukan Tarakan asli katanya, masih butuh menyeberang pulau dengan perahu selama 1 jam.

Subhanallah... Sadaraku, betapa jauhnya engkau datang untuk menuntut ilmu... .aku benar-benar heran dan kagum, dia begitu bersemangat selama ini. Ternyata memang semangat itu dibawa dari pelosok sana yang amat jauh dari tanjung selor.

Tapi bukan hanya itu yang membuat saya kagum, aku terhenyak dengan jawabannya; "tapi saya sangat beruntung kuliah di Makassar ini, meskipun saya sempat tidak lulus di UNHAS, tapi Alhamdulillah saya diterima di STIMIK DIPANEGARA. Dan ini, ..." Sambil meraih bagian depan jilbab lebarnya dan menunjukkannya padaku, dengan mimik yang begitu tegas " Ini sangat mahal harganya Saudaraku..." aku hanya terdiam menelan panasnya bara dalam dadanya yang baru saja disuapkn secara kilat padaku. Aku tak sanggup mengucapkan seperempat kata pun, saking terkesimanya dengan ucapannya yang singkat tapi menggetarkan hati itu.

Kubayangkan betapa beratnya perjuangan untuk mengenakan sehelai kain tersebut. INI BUKAN SEKEDAR SOAL FASHION, TAPI LEBIH DARI ITU, INI ADALAH SIMBOL PERJUANGAN SESEORANG

Semangat yang terpancar dari wajahnya seolah menunjukkan padaku dan pada dunia akan sebuah kesyukuran yang sangat besar atas nikmat yang amat mahal yang diberikan oleh Allah Subhanahu wata'ala padanya, itulah nikmat hidayah yang dia daptkan melalui tangan-tangan aktifis dakwah muslimah yang ada di kampusnya. Dia lalu melanjutkan, " sekiranya saya kuliah di tempat lain, belum tentu akan jadi seperti ini... bahkan kita tidak tau akan seperti apa jadinya ?"

Aku hanya terdiam, lalu pergi berwudhu karena sudah adzan, masuk waktu shalat dzuhur. Lalu aku shalat. Setelah selesai shalat, aku masih sempat melihat senyumnya yang begitu memberi semangat. Lalu aku kembali shalat sunnah.

Tidak lama dia sudah benar-benar pamit, tentu dengan semangat yang tidak menurun, bahkan semakin tampak seperti orang yang akan menempuh sebuah perjalanan indah. Entahlah, mungkin karena akan menemui keluarganya, dengan predikat yang ia dapatkan dari kampusnya. Atau mungkin karena bahagianya kembali dengan membawa predikat seorang "Akhwat" (Sebutan untuk Muslimah yang berusaha mempelajari, mengamalkan dan mendakwahkan Islam serta konsisten di dalamnya). Semoga Allah Menetapkan hatinya pada keimanan. Amin!!!

Jabat tangan beserta cipika-cipiki terakhir kami disertai dengan pesannya, "Saudaraku, do'akan saya istiqamah ya!" Aku juga masih sempat berpesan , "Ittaqillah haitsu makunta bertakwalah kepada Allah di manapun engkau berada".

Ya Allah pertemukanlah kami di tempat yang indah di duniaMu ini, dan satukanlah kami kelak di SorgamuMu. Amin!!!

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-Ahzab: 59) ......... http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

24 JAM BERSAMA ALLAH SWT

Di suatu sore, pak Jamil terlihat sedang menunggu di depan salah satu rukonya yang menjual Material bangunan, tangan kanannya memutar tasbih tanpa henti. Tanpa disadarinya ustadz Jamal sudah berada disampingnya sambil memperhatikan gerakan tangan Pak Jamil yang memutar tasbih tersebut.


Sambil menepuk pundak pak Jamil, ustad Jamal menyapa " assalaamu'alakum ". " eh...bikin kaget saja ustadz, wa'alaikum salam, silahkan duduk, wah habis belanja ya tadz ? ".  Sambut pak Jamil. " ah nggak... jalan-jalan saja sambil zikir melihat dan mendengar ayat-ayat Allah " , " lho zikir kok gak bawa tasbih tadz ? ", " emangnya pak Jamil baca apaan pakai bawa tasbih segala ? ", " he he he.... Saya cari zikir yang paling mudah supaya dagangan saya cepet laku, Cuma dua suku kata :  duit, duit, duit......",  " hah ! dasar otak dagang, duit yang gak punya telinga juga dipanggil-panggil !


Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang selalu ingat Allah SWT, apa yang teringat oleh kita ketika kita baru saja terkena panah cinta dari calon pasangan kita ? mau makan ingat dia, mau mandi ingat dia, mau tidur ingat dia, bahkan sholatpun ingat dia,.Lalu apa yang selalu terbayang oleh kita ketika kita jadi orang kaya baru (OKB) ? mobil mewah, rumah indah, angka digital rekening-rekening kita, orang ketiga yang selalu perhatian sama kita ?!


Yang pasti ketika cinta kita kepada Allah SWT telah retak, maka akan ada banyak nama dalam hati kita yang selalu kita sebut dan selalu kita kenang selain nama Allah, ada nama suami, istri, pacar, ada merk mobil, ada kapling exclusive, ada Rupiah, Dollar, ada juga nama orang special, maka ketika itu nama Allah lambat laun mulai pudar dan jarang kita sebut.


Sahabat itulah cara canggih kerja Setan supaya kita menjauh dan melenyapkan nama Allah SWT dalam hati dan perasaan kita, Sebenarnya Setan bukan menjelma sebagai pocong, gondoruwo, kuntilanak, hantu, Dracula, atau dedemit yang menakutkan sebagaimana rekayasa sutradara film dan sinetron. Tetapi Setan justru menjelma dan bergentayagan dalam bentuk Rupiah, Dollar, wanita sexy, pria perkasa, mobil mewah, rumah indah, mega proyek bisnis dan glamornya kehidupan papan atas.


" Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah GOLONGAN YANG RUGI."
(Al-Mujadilah :19 )


Apa sih untungnya kita tambatkan nama-nama duniawi dalam hati dan perasaan kita ? nama wanita atau pria misalnya apakah dengan selalu teringat dia, membuat kita semakin kaya ? atau hidup kita semakin bahagia jika selalu bersamanya ? bukankah seiring dengan berjalannya waktu, dia akan pasti meninggalkan kita ?!


Bukankah Allah telah mengingatkan, " Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah ORANG-ORANG YANG RUGI." ( Al-Munafiqun : 9 )


Untuk supaya nama Allah SWT selalu terukir dalam hati dan perasaan kita, sebenarnya  tidaklah sesulit apa yang diajarkan oleh para ahli tasawwuf atau ahli Tharikat, harus bersila di masjid memutar tasbih ribuan kali dengan membaca kalimat-kalimat tertentu atau puasa puluhan hari dengan tidak memakan makanan tertentu. Karena Allah SWT tidak pernah mempersulit dengan ritual atau birokrasi yang njelimet agar dapat berkomunikasi denganNYA, tidak , tidak , tidak sama sekali.


Ketika kita mau tidur, kita baca " bismillah, dengan namaMU ya Allah aku hidup dan dengan namu ya Allah aku mati ", maka selama kita tidur nama Allah akan tetap di hati kita. Ketika kita bangun tidur kita ucapkan " Alhamdulillah, Engkau hidupkan aku kembali sesudah kematianku ". Sebagai wujud kesyukuran kita.


Disetiap kita akan melakukan segala bentuk aktifitas, kita cukup memulai dengan Bismillah dan mengakhirinya dengan Alhamdulillah, maka selama kurun waktu kita beraktifitas tadi nama Allah tak akan bergeser dalam hati dan perasaan kita bahkan TanganNYA akan menyertai dan memudahkan pekerjaan kita. Nah disela-sela kita beraktifitas sehari semalam terdapat 5 waktu ketemuan wajib dengan Allah SWT, momen inilah yang semakin memperkokoh exisistensi nama Allah dalam hati dan perasaan kita.


Kita juga diberikan waktu yang cukup leluasa baik pagi, siang, sore atau malam hari untuk mengadakan meeting bersama Allah SWT, untuk membicarakan berbagai persoalan kehidupan agar dapat menemukan berbagai peluang dan jalan keluar. Jadi apanya yang sulit untuk selalu bersama ALLAH SWT.


Maka jika kita sudah demikian halnya, maka Allah SWT menawarkan janjiNYA : " ORANG YANG TIDAK DILALAIKAN OLEH PERDAGANGAN DAN JUAL BELI DARI MENGINGAT ALLAH, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),  (mereka melakukan itu) agar Allah Memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia Menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan ALLAH MEMBERI REZEKI KEPADA SIAPA SAJA YANG DIA KEHENDAKI TANPA BATAS ".( An-Nur : 37-38 ).


Wow ! Rezeki tanpa batas, bagaimana mungkin ? ya sangat, sangat mungkin dan mampu kita lakukan, oleh itu lakukan saja, mulai sekarang, mulai detik ini, jika kita sudah terbiasa melakukannya maka keluarbiasaan akan terjadi dan kita rasakan dalam diri kita. Kita akan mampu melihat Allah SWT  dan peluang yang dibentangkan dihadapan kita disetiap kejadian, disetiap apa yang kita lihat dan kita dengar, dalam duduk, berdiri dan dalam pembaringan kita, PASTI !


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau Menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. ( Ali Imron : 190-191 )


Maka ketika kita melihat gadis sexy seronok atau Pria macho yang perkasa melintas didepan kita bukan mata kita yang mendelik tapi hati dan lisan kita spontan akan berucap " subhaanallah, betapa indah dan sempurnanya ciptaanMU, tapi wajahMU sungguh jauh lebih indah ". Ketika hujan turun bukan umpatan " Sialan " yang spontan terucap tapi kesyukuran " Alhamdulillah, Engkau telah gembirakan saudara kami yang sedang bercocok tanam untuk memenuhi lumbung logistic kami ". Ketika melihat kelakuan para penguasa, pengusaha dan pejabat yang semakin dhalim dan serakah, bukan cacian yang meluncur dari mulut kita tapi semahangat Tauhid yang justru makin menggema " Laa ilaaha illallah, tiada system kehidupan yang layak kita jalankan kecuali Sistem Hidup yang Engkau berikan ya Allah ". Ketika kita dihadapkan dengan berbagai kesulitan, tantangan dan hambatan dalam kehidupan kita bukan keluhan yang selalu meluncur dalam setiap kata kita, tetapi semangat pantag menyerah yang menggelegar " Allahu Akbar, ya Allah Engkaulah yang Maha Besar, semua yang terjadi kecil dihadapanMU ".


Sehingga terjadilah lantunan kalimat " Subhaanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar " akan senantiasa mengiringi disetiap hembusan nafas dan denyut jantung dan nadi kita, dalam duduk, berdiri dan dalam pembaringan kita.


Bukan hanya itu, ketenteraman, kedamaian dan kebahagiaan akan senantiasa bersemayam dalam kehidupan kita.


" orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (Ar-Ra'du : 28 )


http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

BERCINTA DENGAN ALLAH SWT

Siang itu Ustadz Jamal mampir di Toko milik Pak Jamil, terjadilah diskusi menarik. " ustadz, dulu ketika usaha saya masih terseok-seok , saya sangat rajin sekali ibadah baik ibadah wajib maupun sunnah termasuk sholat malam dan semua ibadah itu saya rasakan sungguh ringan dan nikmat sekali, tetapi setelah usaha saya makin maju ekonomi keluarga membaik, saya rasakan ibadah-ibadah saya semakin hambar dan terus menurun saya tidak mampu lagi bangun sholat malam demikian juga ibadah-ibadah yang lain semakin tertinggal, ada apa dengan diri saya ini ustadz ?". keluh pak Jamil, 


" ya bagus itu sudah bener, mana yang keliru ? itulah bukti cintanya Allah SWT kepada pak Jamil, dulu pak Jamil dikasih kesempatan bercinta dengan Allah hanya dengan waktu dan tenaga (Jiwa)  saja dan Allah membalas cintaNYA dengan memberikan apa yang pak Jamil harapkan , sekarang pak Jamil diberikan kesempatan bercinta lebih mesra lagi kepada Allah dengan Harta dan Jiwa pak Jamil, wah pasti lebih dahsyat lagi cintanya Allah kepada  pak Jamil, saat ini Allah sedang menunggu balasan bukti cinta dari pak Jamil lho, yang jelas pak Jamil kalau lagi punya banyak duit cobalah dititipkan sebagaian ke BANK ALLAH  jangan seluruh ditaruh di BANK CENTURI Cs, inilah awal petaka retaknya hubungan percintaan Allah dengan pak Jamil, nah kalau cinta kita kepada Allah ini sudah mulai retak, bagaimana mungkin kita mampu merasakan dekapan mesranya ketika kita beribadah, bagaimana mungkin akan merasakan kerinduan yang dalam untuk ingin selalu bertemu denganNYA dalam ibadah ? jangan bikin Allah cemburulah pak Jamil.... He he he ...! Jelas Ustadz Jamal.


Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang dicintai Allah SWT, apa yang terfikir oleh kita ketika kita sedang jatuh cinta kepada seseorang ? rindu ingin selalu bertemu, sehari gak ketemu rasanya setahun, sehari  gak baca sms darinya cemburupun meledak, betul ? menyusun kata-kata dan janji-janji indah untuk selalu setia sampai akhir hayat, bener ? ingin memberikan yang terbaik dan yang paling berharga untuknya, ya kan ? tetapi apa yang terjadi ketika cinta telah bersambut dan ternyata seseorang yang kita cintai tadi tidak seindah dan sesempurna yang kita bayangkan ! janji tinggal janji , manisnya kata hanyalah dibibir saja, pertengkaran demi pertengkaran terjadi, ada yang terputus ditengah jalan ada juga yang bertahan namun tertekan tapi ada juga yang menikmati semua itu dengan senyum kebahagiaan. Apa yang membedakan, hayo ?


Sahabat... , cinta memang indah tetapi ketahuilah bahwa segala apa yang kita cintai di dunia ini tidak akan pernah kekal, istri ? suami ? sedalam apapun kita cintai pasti berujung perceraian, cerai karena gak sevisi  atau karena mati, simpanan harta kita di Bank ? security system Bank mana yang tidak bisa dibobol oleh Hacker dan Maling berdasi !. Perusahaan ? musuh bisnis kita yang mana yang tidak menginginkan Perusahaan kita terjungkal !.  Aset ? asset kita yang mana yang bisa aman dari bencana Alam Lapindo, Tsunami, puting beliung, merapi dan gempa bumi !.


Tapi gak perlu takut, kalau semua karja/karya yang kita usahakan di dunia ini dalam rangka ingin membuktikan cinta kita kepada Allah SWT, maka yakinlah bahwa Allah Maha Pelindung yang paling hebat atas segala karya dan kekayaan yang kita usahakan.


" Allah pelindung orang-orang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kegagalan) kepada cahaya (kesuksesan). Dan orang-orang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan .Mereka itu adalah penghuni neraka ; mereka kekal di dalamnya.( Al-Baqoroh :257 )


Sahabat..., apa yang membuat hubungan Cinta kita retak bahkan berantakan ? salah satunya adalah karena kita  INGKAR JANJI !,  ketika kita menikah ada janji yang kita sepakati bersama, apa jadinya kalau salah satu atau kedua pasangan tersebut ingkar janji ??! , ketika kita mencintai Harta, sementara Harta itu punya hak untuk didistribusikan bukan untuk disimpan selamanya, maka sebenarnya kita ingkar janji dengan harta yang kita miliki itu, maka bisa jadi ia akan lari dari kita atau dilarikan orang lain!, ketika kita mencintai Tahta/Jabatan, jabatanpun mempunyai hak untuk melayani, ketika hak pelayanan itu tidak kita tunaikan maka jabatan itupun pelan tapi pasti akan mencari orang lain yang layak mendudukinya !.


Lalu bagaimanakah supaya Cinta kita terhadap segala yang kita cintai tidak retak dan berantakan ? mudah saja , cintailah pasangan kita karena Allah SWT bukan karena Cantik atau tampannya bukan juga karena kekayaan atau jabatannya, niscaya Allahlah yang akan memelihara Janji-janji diantara keduanya, Cintailah Harta dan kekayaan kita semata karena untuk memuliakan Islam dan kaum Muslimin niscaya Allahlah yang akan memelihara dan melipatgandakan Harta dan kekayaan kita, cintailah Jabatan karena untuk berjuang dan membela Agama Allah niscaya Allah akan mengokohkan kedudukan kita.


Jadi apa yang membuat hubungan cinta kita kepada Allah SWT tidak begitu mesra lagi ? ibadah hambar dan asal-asalan, panggilan Allah nyaris tak begitu kita dengarkan, SURAT CINTANYA malas kita baca, tidak lain karena kita INGKAR JANJI dengan ikrar / Syahadat yang kita ucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH = " tidak ada cinta yang layak bersemayam dalam hati kita kecuali CINTA KEPADA ALLAH ", segala sesuatu yang kita cintai di Dunia ini tidak boleh melebihi cinta kita kepada Allah SWT.


"Dan diantara manusia ada orang-orang yang megabdikan diri kepada tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka pasti menyesal)." (QS. Al Baqoroh : 165)


sabda Rasulullah saw,"Tiga perkara jika itu ada pada seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman; 1.  Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, 2. Ia mencintai seseorang yang ia tidak cintai kecuali karena Allah, 3. Ia benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci untuk masuk neraka." (HR. Bukhori dan Muslim)

http://www.rumah-yatim-indonesia.org/