Tampilkan postingan dengan label jodoh cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jodoh cinta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Juni 2013

JODOH BUKANLAH TERLAMBAT DATANG

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamu'alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh..

Jodoh BUKANLAH terlambat, tapi
BELUM tiba saat-NYA yang TEPAT untuk kita..
Karena jodoh itu,
Sudah ditetapkan,
Sudah di tentukan,
Sudah di gariskan,
Sudah di takdirkan,
Oleh-NYA dan tetap menjadi Rahasia-NYA juga,,..
Agar kita terus
berikhtiar,, dan meminta kepada-
Nya..

Andai kita telah diberitahu-Nya
siapa jodoh kita,pasti kita tak usah
bersusah payah mencari dan
menemukannya..
Dan jodoh itu bukan hanya untukku,untukmu atau untuk mereka...
Tapi untuk semua
hamba-Nya..

Karena untuk itulah
kita di ciptakan berpasang-pasangan, agar dengannya yang
nanti menjadi JODOH kita,..
Kita merasa nyaman dalam melabuhkan fitrah kasih sayang,
cinta dan nafsu
yang ada dalam diri kita,,..
Di jalan yg di halalkan-NYA,Yakni
dalam PERNIKAHAN.

Jika saat ini kamu masih sendiri,
Itu bukan berarti jodohmu terlambat datang,..
Tapi waktu-Nya
saja yg belum tiba buatmu menemukan dirinya pasangan
tulang rusukmu..

Usah risau dengan sendirimu,,usah
bertanya-tanya yang hanya membuatmu
kian gundah dan gelisah...
Tapi sebaiknya,,cobalah terus perBAIKI diri,.. Bergaul dengan
orang2 BAIK dan Sholeh,jangan
lupa JAGA prasangka dan niatmu untuk menemukannya,..

Karena dari sanalah
sesungguhnya akan
mendekatkan dirimu pada apa yang kamu cari,..
Kamu inginkan dan
kamu harapkan..

Insya ALLAH, jika telah SIAP dirimu,..
Maka ALLAH akan menyegerakan
semua pintamu,.. Sesuai dengan
kadar KESIAPAN mu..
Dan ALLAH selalu LEBIH TAHU itu..

''Ya Ilahi Rabbi, ENGKAU-lah pengenggam hati dan jiwa kami,dan ENGKAU jugalah yang
dapat membolak-balikk-an hati
dan kehidupan kami. Dan jodoh itu
telah menjadi ketetapan-MU atas
kehidupan kami,maka biarlah itu yang terbaik disisi-MU,agar ia dapat menjadi penyempurna
hidup kami, dalam beribadah kepada-MU..
Aamiin Ya Robbal Allamiin...

www.facebook.com?penantiansucisangbidadari


Jumat, 22 Maret 2013

Kalau memang sudah jodoh tak akan kemana mana

Bismillahirrahmanirrahim,,,,

Kalau memang sudah jodoh tak akan kemana_mana..
Walaupun sang pujaan hati sempat menikah dengan orang lain,
Tapi pada akhirnya bertemu dan berjodoh dalam sebuah pernikahan juga.

'' Tiada setiap lirikan mata yg terlepas dari penglihatan_NYA , tiada setiap desiran hati yg luput dari pendengaran_NYA.
Tiada bersatu dua insan kecuali ALLAH yg menautkan hati keduanya. Tiada satu makhluk pun yg mampu menolak atas takdir yg diterimanya."

Demikianla,…Maha Kuasa ALLAH yg menggerakkan setiap takdir bagi makhluk_NYA sesuai dengan kehendak_NYA''

Wallahu A'lam Bishawab…

Jadi, kita jangan terlalu khawatir kalau jodoh belum datang kepada kita..Percayalah bahwa ALLAH akan memberikan jodoh yang terbaik bagi kita.....Aamiin Ya Robbal Allamiin. . .


https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354?fref=ts

Menanti Jodoh

Bismillahirrahmanirrahim,,,

Jodoh BUKANLAH terlambat,
Tapi BELUM tiba saat_NYA yang TEPAT untuk kita.

Kerana jodoh itu..
Sudah ditetapkan..
Sudah ditentukan..
Sudah digariskan..
Sudah ditaqdirkan..
Oleh_NYA dan tetap menjadi RAHASIA_NYA juga,, agar kita terus berikhtiar dan meminta kepada_Nya.

Andai kita telah dibertahu_Nya siapa jodoh kita, pasti kita tidak bersusah payah mencari dan menemukannya.Dan jodoh itu bukan hanya untukku, untukmu atau untuk mereka,,, tapi untuk semua hamba2Nya. Kerana untuk itulah kita diciptakan berpasang-pasangan, agar dengannya yg nanti menjadi JODOH kita, kita merasa nyaman dalam melabuhkan fitrah kasih sayang, cinta dan nafsu yang ada dlm diri kita,, di jalan yg di halalkan_Nya.Yakni dalam PERNIKAHAN.

Jika saat ini kamu masih sendiri, itu bukan berarti jodohmu terlambat datang, Tapi waktu_Nya saja yg belum tiba buatmu menemukan dirinya pasangan tulang rusukmu. Usah risau dengan sendirimu,, usah bertanya-tanya yang hanya membuatmu kian gundah dan gelisah,,,

Tapi sebaiknya,, cobalah terus perbaiki diri, bergaul dengan orang2 BAIK dan Sholeh, jangan lupa JAGA prasangka dan niatmu untuk menemukannya, kerana dari sanalah sesungguhnya akan mendekatkan dirimu pada apa yang kamu cari dan kamu harapkan..

Insya ALLAH, jika telah dirimu siap, maka ALLAH akan menyegrakan semua pintamu,, sesuai dengan kadar KESIAPANmu. Dan ALLAH selalu LEBIH TAHU itu,,,

''Ya Ilahi Rabbi, Engkaulah pengenggam hati dan jiwa kami, dan Engkau jugalah yang dapat membolak-balikkan hati dan kehidupan kami. Dan jodoh itu telah menjadi ketetapan_Mu atas kehidupan kami, maka biarlah itu yang terbaik disisi_Mu, agar ia dapat menjadi penyempurna hidup kami, dalam beribadah kepada_Mu.

Aamiin

https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354?fref=ts

Rabu, 02 Januari 2013

CINTA SEJATI (TRUE LOVE)


CINTA SEJATI (TRUE LOVE)

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Sahabatku … kita semua pasti sering mendengar yang namanya Cinta. Bertahun-tahun kita hidup, pernahkah kita merenung sejenak untuk memahami apa arti cinta yang sebenarnya?.

Sering kita berusaha untuk mencintai dan dicintai, tetapi terkadang situasi memberikan keadaan yang berbeda dari apa yang kita harapkan. Beberapa orang menemukan cinta sejatinya, dan beberapa orang lainnya hatinya terluka karena cinta. Seorang guru berkata “Salah satu kekuatan yang paling besar di alam semesta ini adalah Cinta”. Bahkan Tuhan menciptakan alam semesta ini karena CintaNya.

Sahabatku, mari kita belajar arti Cinta Sejati dari seseorang yang menghabiskan hidupnya di Jalan Cinta. Semoga Cinta Tuhan selalu menaungi hatimu sahabatku…

with love ..
————————————————

Seorang bijak berkata kepadaku, “Anakku, mari kita bicara tentang cinta. Cinta apa yang kau miliki?” Merasa diri ini memang belum paham apa makna cinta yang sebenarnya, maka aku dengarkan baik-baik setiap hikmah yang menyemburat seperti cahaya.

Anakku, kamu harus membuka hatimu lebar-lebar agar bisa menangkap esensi cinta yang akan aku sampaikan. Simpan pertanyaanmu nanti, karena setiap pertanyaan itu terlahir dari akal. Seperti langit, akal melayang tinggi di atas bumi tempatmu berpijak. Dan kau pun akan jauh dari hati pijakanmu, satu-satunya titik yang mampu menangkap esensi cinta.

Lihat batang bunga mawar itu. Dia punya potensi untuk mempersembahkan bunga merah dan harum yang semerbak. Namun jika batang itu tak pernah ditanam, tak akan pernah mawar itu menghiasi kebunmu. Maka, hanya dengan membuka diri untuk tumbuhnya akar dan daun lah, batang mawar itu akan melahirkan bunga mawar yang harum. Demikian juga dengan hatimu, anakku. Kau harus membukanya, agar potensi cinta yang terkandung di dalamnya bisa merekah, lalu menyinari dunia sekitarmu dengan kedamaian.

Anakku, begitu sering kau bicara cinta. Cinta kepada istri, cinta kepada anak, cinta kepada agama, cinta kepada bangsa, cinta kepada filosofi, cinta kepada rumah, cinta kepada kebenaran, cinta kepada Tuhan… Apakah isi atau esensi dari cintamu itu? Kau bilang itu cinta suci, cinta sejati, cinta yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam, cinta sepenuh hati, cinta pertama, … Apakah benar begitu, anakku?

Mungkin di kampung kau punya seekor kuda. Begitu sayangnya kau pada kuda itu. Setiap hari kau beri makan, minum, kau rawat bulunya, kau bersihkan, kau ajak jalan-jalan. Seolah kuda itu telah menjadi bagian dari hidupmu, seperti saudaramu. Kau mencintai kuda itu sepenuh hati.

Namun, suatu ketika datang orang yang ingin membelinya dengan harga yang fantastis. Hatimu goyah, dan kau pun menjualnya. Cintamu tidak sepenuh hati, karena kau rela menjual cinta. Kau mencintai kuda, karena kegagahannya membuatmu bangga dan selalu senang ketika menungganginya.

Namun, ketika datang harta yang lebih memberikan kesenangan, kau berpaling. Kau cinta karena kau mengharapkan sesuatu dari yang kau cintai. Kau cinta kudamu, karena mengharapkan kegagahan. Cintamu berpaling kepada harta, karena kau mengharapkan kekayaan. Ketika keadaan berubah, berubah pula cintamu.

Kau sudah punya istri. Begitu besar cintamu kepadanya. Bahkan kau bilang, dia adalah pasangan sayapmu. Tak mampu kau terbang jika pasangan sayapmu sakit. Cintamu cinta sejati, sehidup semati. Namun, ketika kekasihmu sedang tak enak hati yang keseratus kali, kau enggan menghiburnya, kau biarkan dia dengan nestapanya karena sudah biasa.

Ketika dia sakit yang ke lima puluh kali, perhatianmu pun berkurang, tidak seperti ketika pertama kali kau bersamanya. Ketika dia berbuat salah yang ke sepuluh kali, kau pun menjadi mudah marah dan kesal. Tidak seperti pertama kali kau melihatnya, kau begitu pemaaf.

Dan kelak ketika dia sudah keriput kulitnya, akan kau cari pengganti dengan alasan dia tak mampu mendukung perjuanganmu lagi? Kalau begitu, maka cintamu cinta berpengharapan. Kau mencintainya, karena dia memberi kebahagiaan kepadamu. Kau mencintainya, karena dia mampu mendukungmu. Ketika semua berubah, berubah pula cintamu.

Kau punya sahabat. Begitu sayangnya kau kepadanya. Sejak kecil kau bermain bersamanya, dan hingga dewasa kau dan dia masih saling membantu, melebihi saudara. Kau pun menyatakan bahwa dia sahabat sejatimu. Begitu besar sayangmu kepadanya, tak bisa digantikan oleh harta.

Namun suatu ketika dia mengambil jalan hidup yang berbeda dengan keyakinanmu. Setengah mati kau berusaha menahannya. Namun dia terus melangkah, karena dia yakin itulah jalannya. Akhirnya, bekal keyakinan dan imanmu menyatakan bahwa dia bukan sahabatmu, bukan saudaramu lagi.

Dan perjalanan kalian sampai di situ. Kau mencintainya, karena dia mencintaimu, sejalan denganmu. Kau mendukungnya, mendoakannya, membelanya, mengunjunginya, karena dia seiman denganmu. Namun ketika dia berubah keyakinan, hilang sudah cintamu. Cintamu telah berubah.

Kau memegang teguh agamamu. Begitu besar cintamu kepada jalanmu. Kau beri makan fakir miskin, kau tolong anak yatim, tak pernah kau tinggalkan ibadahmu, dengan harapan kelak kau bisa bertemu Tuhanmu.

Namun, suatu ketika orang lain menghina nabimu, dan kau pun marah dan membakar tanpa ampun. Apakah kau lupa bahwa jalanmu mengajak untuk mengutamakan cinta dan maaf?

Dan jangankan orang lain yang menghina agamamu, saudaramu yang berbeda pemahaman saja engkau kafirkan, engkau jauhi, dan engkau halalkan darahnya. Bukankah Tuhanmu saja tetap cinta kepada makhlukNya yang seperti ini, meskipun mereka bersujud atau menghinaNya? Kau cinta kepada agamamu, tapi kau persepsikan cinta yang diajarkan oleh Tuhanmu dengan caramu sendiri.

Anakku, selama kau begitu kuat terikat kepada sesuatu dan memfokuskan cintamu pada sesuatu itu, selama itu pula kau tidak akan menemukan True Love. Cintamu adalah Selfish Love, cinta yang mengharapkan, cinta karena menguntungkanmu.

Cinta yang akan luntur ketika sesuatu yang kau cintai itu berubah. Dengan cinta seperti ini kau ibaratnya sedang mengaspal jalan. Kau tebarkan pasir di atas sebuah jalan untuk meninggikannya. Lalu kau keraskan dan kau lapisi atasnya dengan aspal.

Pada awalnya tampak bagus, kuat, dan nyaman dilewati. Setiap hari kendaraan lewat di atasnya. Dan musim pun berubah, ketika hujan turun dengan derasnya, dan truk-truk besar melintasinya. Lapisannya mengelupas, dan lama-lama tampak lah lobang di atas jalan itu. Cinta yang bukan True Love, adalah cinta yang seperti ini, yang akan berubah ketika sesuatu yang kau cintai itu berubah. Kau harus memahami hal ini, anakku.

Sekarang lihatlah, bagaimana Tuhanmu memberikan cintaNya. Dia mencintai setiap yang hidup, dengan cinta (rahman) yang sama, tidak membeda-bedakan. Manusia yang menyembahNya dan manusia yang menghinaNya, semua diberiNya kehidupan. KekuasaanNya ada di setiap yang hidup. Dia tidak meninggalkan makhlukNya, hanya karena si makhluk tidak lagi percaya kepadanya.

Jika Dia hanya mencintai mereka yang menyembahNya saja, maka Dia namanya pilih kasih, Dia memberi cinta yang berharap, mencintai karena disembah. Dia tidak begitu, dia tetap mencintai setiap ciptaanNya. Itulah True Love. Cinta yang tak pernah berubah, walau yang dicintai berubah. Itulah cinta kepunyaan Tuhan. Anakku, kau harus menyematkan cinta sejati ini dalam dirimu. Tanam bibitnya, pupuk agar subur, dan tebarkan bunga dan buahnya ke alam di sekitarmu.

Dan kau perlu tahu, anakku. Selama kau memfokuskan cintamu pada yang kau cintai, maka selama itu pula kau tak akan pernah bisa memiliki cinta sejati, True Love. Cinta sejati hanya kau rasakan, ketika kau melihat Dia dalam titik pusat setiap yang kau cintai. Ketika kau mencintai istrimu, bukan kecantikan dan kebaikan istrimu itu yang kau lihat, tapi yang kau lihat

“Ya Allah! Ini ciptaanMu, sungguh cantiknya. Ini kebaikanMu yang kau sematkan dalam dirinya.” Ketika kau lihat saudaramu entah yang sejalan maupun yang berseberangan, kau lihat pancaran CahayaNya dalam diri mereka, yang tersembunyi dalam misteri jiwanya. Kau harus bisa melihat Dia, dalam setiap yang kau cintai, setiap yang kau lihat.

Ketika kau melihat makanan, kau bilang “Ya Allah, ini makanan dariMu. Sungguh luar biasa!” Ketika kau melihat seekor kucing yang buruk rupa, kau melihat kehidupanNya yang mewujud dalam diri kucing itu. Ketika kau mengikuti sebuah ajaran, kau lihat Dia yang berada dibalik ajaran itu, bukan ajaran itu yang berubah jadi berhalamu. Ketika kau melihat keyakinan lain, kau lihat Dia yang menciptakan keyakinan itu, dengan segala rahasia dan maksud yang kau belum mengerti.

Ketika kau bisa melihat Dia, kemanapun wajahmu memandang, saat itulah kau akan memancarkan cinta sejati kepada alam semesta. Cintamu tidak terikat dan terfokus pada yang kau pegang. Cintamu tak tertipu oleh baju filosofi, agama, istri, dan harta benda yang kau cintai. Cintamu langsung melihat titik pusat dari segala filosofi, agama, istri, dan harta benda, dimana Dia berada di titik pusat itu. Cintamu langsung melihat Dia.

Dan hanya Dia yang bisa memandang Dia. Kau harus memahami ini, anakku. Maka, dalam dirimu hanya ada Dia, hanya ada pancaran cahayaNya. Dirimu harus seperti bunga mawar yang merekah. Karena hanya saat mawar merekah lah akan tampak kehindahan di dalamnya, dan tersebar bau wangi ke sekitarnya. Mawar yang tertutup, yang masih kuncup, ibarat cahaya yang masih tertutup oleh lapisan-lapisan jiwa. Apalagi mawar yang masih berupa batang, semakin jauh dari terpancarnya cahaya. Bukalah hatimu, mekarkan mawarmu.

Anakku, hanya jiwa yang telah berserah diri saja lah yang akan memancarkan cahayaNya. Sedangkan jiwa yang masih terlalu erat memegang segala yang dicintainya, akan menutup cahaya itu dengan berhala filosofi, agama, istri, dan harta benda. Lihat kembali, anakku, akan pengakuanmu bahwa kau telah berserah diri.

Lihat baik-baik, teliti dengan seksama, apakah pengakuan itu hanya pengakuan sepihak darimu? Apakah Dia membernarkan pengakuanmu? Ketika kau bilang “Allahu Akbar,” apakah kau benar-benar sudah bisa melihat keakbaran Dia dalam setiap yang kau lihat? Jika kau masih erat mencintai berhala-berhalamu, maka sesungguhnya jalanmu menuju keberserahdirian masih panjang. Jalanmu menuju keber-Islam-an masih di depan.

Kau masih harus membuka kebun bunga mawar yang terkunci rapat dalam hatimu. Dan hanya Dia-lah yang memegang kunci kebun itu. Mintalah kepadaNya untuk membukanya. Lalu, masuklah ke dalam taman mawarmu. Bersihkan rumput-rumput liar di sana, gemburkan tanah, sirami batang mawar, halau jauh-jauh ulat yang memakan daunnya. Kemudian, bersabarlah, bersyukurlah, dan bertawakkallah. InsyaAllah, suatu saat, jika kau melakukan ini semua, mawar itu akan berbunga, lalu merekah menyebarkan bau harum ke penjuru istana.

Semoga Allah membimbingmu, anakku.

*********
True Love (Cinta Sejati)
Oleh: M. R. Bawa Muhaiyaddeen

Senin, 15 Oktober 2012

Belahan Jiwa

Puluhan tahun sudah kita hidup; dan pada saat yg bersamaan kita juga telah berkenalan dgn ratusan bahkan mungkin dgn ribuan orang , tetapi pernahkan Anda bertemu atau berkenalan dgn "Belahan Jiwa" Anda yg sebenarnya?
Pertanyaan ini saya ajukan bukan hanya untuk para jomblo yg belum nikah saja, tetapi juga bagi mereka yg telah puluhan tahun menikah! Kenapa?

Pasangan biologis belum tentu identis dgn pasangan rohani Anda, kagak percaya lihat saja statistik perceraian maupun dilingkungan kenalan Anda, walaupun mereka sudah menikah puluhan tahun, tetapi kenyataannya hidup mereka sama saja seperti layaknya anjing dan kucing, apabila tidak ribut terus, maka si kucing akan terus mencari pasangan kucing lainnya baca PIL sedangkan si anjing akan mencari pasangan anjing lainnya baca WIL!

Belahan Jiwa atau Pasangan Rohani atau lebih keren lagi disebut sebagai "Soulmate" bukannya hasil dari pilihan kita sendiri, melainkan telah ditentukan oleh Sang Pencipta. Sejak jiwa Anda memasuki tubuh, Anda telah ditakdirkan untuk bersama dgn jiwa yg lain atau belahan jiwa Anda.

Tanya saja sama diri sendiri, walaupun mungkin Anda telah menikah dan hidup dibawah satu atap puluhan tahun lamanya dgn pasangan hidup Anda, tetapi rasanya tetap saja seperti dua insan yg berlainan, bahkan merasa seperti juga hidup dgn makhluk dari planet lain. Karena dia bukanlah belahan jiwa Anda dan dia bukanlah pasangan rohani Anda! Percayalah apabila Anda dapat menemukannya, bahkan bisa hidup dgn pasangan rohani Anda, maka hidup ini pasti akan jauh lebih indah dan lebih mudah untuk dijalani.

Soulmate tidak harus memiliki pemikiran maupun perasaan yg sama, karena Sang Pencipta bukannya ingin menciptakan dupikatnya Anda, melainkan bagian jiwa Anda yg lainnya; yang tidak identis seperti yg Anda miliki pada saat sekarang ini. Soulmate adalah pasangan yg akan melengkapi kekurangan yg ada di dlm diri Anda, bahkan ia juga akan dapat memenuhi kebutuhan rohani Anda.

Soulmate akan dapat mengisi rasa kesepian kita, dan akan membuat kita selalu merasa nyaman berada di dekatnya, ia juga akan selalu bersedia untuk meluangkan waktu; mendengarkan atau pun berbicara dgn Anda. Terlebih dari segalanya ia dapat mengasihi Anda sepenuhnya dgn segala kelebihan maupun kekurangan2 Anda, karena ia adalah belahan jiwa Anda sendiri. Selain rasa saling menikmati kebersamaan, soulmate akan selalu ada dimana saat Anda membutuhkannya, karena dgn dia kita bisa berbagi suka maupun duka untuk menangis bersama, maupun tertawa bersama dengannya.

Sesuai dgn namanya pasangan "rohani" jadi ini bertolak belakang dgn pasangan jasmani, dimana untuk mencari pasangan jasmani kita akan memilih berdasarkan kriteria, kekayaan, wajah bentuk tubuh, pendidikan, keturunan ataupun pangkat. Dan untuk pasangan rohan tidak akan ada ketergantungan lagi dlm soal sex satu dgn yg lain, karena faktor kebersamaan ada jauh lebih penting daripada sex.

Bila jiwa Anda mengalami luka batin, pasti kita mengharapkan seseorang yg mau meluangkan waktu dan yg mau mendengarkan keluh kesah maupun kesedihan kita. Dan apabila Anda telah menemukan belahan jiwa Anda, maka ia akan senantiasa dapat menciptakan suatu dunia di mana Anda bisa tinggal dgn nyaman dan perasaan terlindung di dalamnya.

Tetapi dilain pihak apabila Anda telah menemukannya, maka pada saat Anda kehilangan dia, Anda akan merasa seperti juga kehilangan sesuatu yg paling berharga di atas dunia ini yg membuat Anda menjadi kesepian, terpencil dalam perasaan yg paling dalam yg akan selalu menghantui Anda siang dan malam. Disamping itu apabila Anda kehilangan pasangan jiwa Anda, ini tidak mungkin akan bisa digantikan oleh siapapun juga di kolong langit ini, sebab Allah hanya menciptakan SATU saja pasangan atau belahan jiwa untuk Anda. Seorang soulmate akan memberikan konstribusi besar dlm proses hidup kita dan tanpa kehadirannya, hati kita akan merasa tersiksa berat, karena ketiadaannya.

Untuk dapat mengetahui dan menilai apakah si "Dia" itu belahan jiwa Anda ataukah bukan, ini bisa dinilai berdasarkan kriteria2 seperti yg tercantum diatas ini.

Perlu diketahui tidak semua orang akan diberikan anugerah atau kesempatan untuk bisa menemukan pasangan rohaninya, mungkin karena dosa2 kita, mungkin karena kesalahan kita sendiri yg tidak sabaran lagi untuk menunggu saatnya dimana Sang Pencipta mempertemukan soulmate kita, sehingga akhirnya kita memilih pasangan hidup atau pasangan biologis yg bukanlah belahan jiwa kita yg sebenarnya.

Atau bisa juga kebalikannya dimana belahan jiwa kita telah memilih dan menikahi pasangan biologis lainnya, sehingga janganlah heran apabila kita jatuh cinta kepada seseorang yg telah berkeluarga, karena kita merasakan banyak sekali kecocokan di dlm dirinya.

Apabila Anda telah menemukan belahan jiwa Anda, peliharalah dia sebaik mungkin. Perlu diketahui bahwa Soulmate tidak membutuhkan sesuatu yg mahal, yang wah atau yang ruaa..r biasa, namum ia menuntut kesetiaan dan keberadaan Anda, sediakanlah waktu sejenak untuknya. Disamping itu yg diinginkan oleh setiap jiwa manusia di dunia ini adalah perhatian dan kasih sayang. Ungkapkanlah perasaan sayang Anda dengan sepenuh hati, bukan hanya sekedar dengan kata2 saja, melainkan juga dgn belaian2 maupun sentuhan2 lembut dgn penuh rasa kasih, sambil mengucapkan:I love You - from.....

Dan usahakanlah bukan hanya setahun sekali saja disaat hari raya , rasa kasih sayang diungkapkan , melainkan setiap hari dan sepanjang tahun.

Tanyalah terhadap diri Anda sendiri, kapankah Anda terakhir kalinya mengungkapkan rasa kasih sayang Anda terhadap orang yg Anda kasihi?

dari millis motivasi
https://www.facebook.com/pages/BERANDA-KITA/153300751403292?fref=ts

Sabtu, 07 April 2012

Tulang rusuk Adam yang hilang

biarlah dia yang akan mencarinya sendiri..
Tunggu dan bersabarlah duhai hawa..
Tak perlu kau yang mencari Adam...
Karena kau tetap tulang rusuknya yang hilang..
Dia kan datang mencarimu dan mengambilmu suatu hari nanti...
Yang kau usahakan wahai Hawa hanyalah
''Berdo'a agar adam yang datang adalah..
Adam yang Beragama..Beriman..dan memiliki Akhlaq yang baik..''
Yang dapat membimbing mu ke jalan yang lurus untuk ke syurga-Nya...

Senin, 28 November 2011

wanita muslimah yang sedang dalam penantian

wanita muslimah…laksana bunga….yang menawan…

wanita muslimah yang sholehah….bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya….

Begitu indah…

begitu berkilau…

begitu menentramkan…



teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut…

namun tentunya….tak sembarang orang berhak meraihnya….menghirup sarinya….



hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah…yang dapat memetiknya…

yang dapat meraih pesonanya…

dengan harga mahal yang teramat suci…

sebuah ikatan amat indah…bernama pernikahan…

karena itu…sebelum saatmu tiba….

janganlah engkau biarkan seorang muslimah layu sebelum masanya…

jangan kau menjadikan serigala liar membuatnya bahan permainan dalam keisenganmu…

Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta…



Ya…atas nama cinta…

jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta



Kau tau saudaraku…??

Jika seseorang jatuh cinta….maka cinta akan membungkus seluruh aliran darahnya…membekuknya dalam jari-jarinya…dan menutup semua mata…hati dan pikirannya….

Membuat seseorang lupa akan prinsipnya….

Membuat seseorang lupa akan besarnya fitnah ikhwan-akhwat…

Membuat seseorang lupa akan apa yang benar dan apa yang seharusnya ia hindarkan…

Membuat seseorang itu lupa akan apa yang telah ia pelajari sebelumnya tentang batasan-batasan pergaulan ikhwan akhwat…

Membuat seseorang menyerahkan apapun…supaya orang yang ia cintai…”bahagia” atau ridho terhadap apa yang ia lakukan…

Membuat orang tersebut lupa…bahwa….cinta mereka belum tentu akan bersatu dalam pernikahan….

Ya saudaraku….akhi fillah…

Jangan sampai cinta menjerumuskanmu dalam lubang yang telah engkau tutup rapat sebelumnya…



Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…

Tanam rumput beracun disekelilingnya…

Pasang semak berduri di muara-muaranya

Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin…



Cinta begitu dasyat pengaruhnya…jika engkau tau….

Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…

Tanam rumput beracun disekelilingnya…

Pasang semak berduri di muara-muaranya….



Berlarilah menjauhinya…menjauhi orang yang kau cintai….

Buat jarak yang demikian lebar padanya….

jangan kau berikan ia kesempatan untuk menjajaki hatimu…



Biarlah air mata mengalir untuk saat ini…

Karena kelak yang akan kalian temui adalah kebahagiaan…

biarlah sakit ini untuk sementara waktu…

biarlah luka ini mengering dengan berjalannya kehidupan…



Karena…cinta tidak lain akan membuat kalian sendiri yang menderita…

Kalian sendiri…



Saudaraku…. tentunya sudah mengerti dan paham…

bagaimana rasanya jika sedang jatuh cinta…

jika dia jauh..kita merasa sakit karena rindu…

jika ia dekat…kita merasa sakit…karena takut kehilangan….

padahal…ia belum halal untukmu…dan mungkin tidak akan pernah menjadi yang halal…



karena itu…jauhilah ia…

jangan kau biarkan dia menanamkan benih-benih cinta di hatimu….dan kemudian mengusik hatimu…

jangan kau biarkan dia mempermainkanmu dalam kisah yang bernama cinta…

maka…bayangkanlah keadaan ini…tentang istrimu kelak…



saudaraku…..

sukakah engkau..??

apabila saat ini ternyata istrimu (kelak) sedang memikirkan pria yang itu bukan engkau..???



sukakah engkau..??

bila ternyata istrimu (kelak) saat ini tengah mengobrol akrab…tertawa riang…becanda…

saling menatap…

saling menggoda…

saling mencubit…

saling memandang dengan sangat…

saling menyentuh…???

dan bahkan lebih dari itu…??

sukakah engkau saudaraku…??



sukakah engkau bila ternyata saat ini istrimu (kelak) sedang jalan bersama pria lain yang itu bukan engkau…??

sukakah engkau…??

bila saat ini istrimu (kelak) tengah berpikir dan merencanakan pertemuan berikutnya…??

tengah disibukkan oleh rencana-rencana…apa saja yang akan ia lakukan bersama pria itu…??



tidak cemburukah engkau temanku..??

bila saat ini istrimu (kelak) sedang makan bareng bersama pria lain…

istrimu (kelak) saat ini sedang digoda oleh pria-pria….

istrimu (kelak) sedang ditelepon dengan mesra…

istrimu (kelak) saat ini sedang curhat dengan pria… yang berkata…”aku tak bisa jika sehari tak mengobrol denganmu…”

tidak cemburukah…?? tidak cemburukah…?? tidak cemburukaaaaahhhhhhhh……???



tidak terasa bagaimanakah..

jika istrimu (kelak) saat ini tengah beradu pandangan…

bercengkrama..

bercerita tentang masa depannya…

dengan pria lain yang bukan engkau…???



sukakah engkau kiranya istrimu (kelak) saat ini tidak bisa tidur karena memikirkan pria tersebut…??

menangis untuk pria tersebut…??

dan berkata dengan hati hancur…”aku sangat mencintamu…aku sangat mencintaimu…???”

tidak patah hatikah engkau…???

sukakakah engkau bila istrimu (kelak ) berkata pada pria lain..”tidak ada orang yang lebih aku cintai selain engkau…??”

menyebut pria tersebut dalam doanya…

memohon pada Allah supaya pria tersebut menjadi suaminya…

dan ternyata engkaulah yang kelak akan jadi suaminya…..dan bukan pria tersebut…???



jika engkau tidak suka akan hal itu…

jika engkau merasa cemburu….

maka demikian halnya dengan istrimu (kelak)…



dan…Allah jauh lebih cemburu daripada istrimu….

Allah lebih cemburu…saudaraku…

melihat engkau sendirian…namun pikirannmu enggan berpindah dari wanita yang telah mengusik hatimu tersebut….

saudaraku….kalian percaya takdir bukan..?

saudaraku….kalian percaya takdir bukan..?



apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama…

maka…

sejauh apapun mereka…

sebanyak apapun rintangan yang menghalangi…

sebesar apapun beda diantara mereka…

sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya…



meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya…

meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya…

meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa…



PASTI tetap saja mereka akan bersatu….

seakan ada magnet yang menarik mereka…

akan ada hal yang datang…untuk menyatukan mereka berdua….

akan ada suatu kejadian…yang membuat mereka saling mendekat…dan akhirnya bersatu…



namun…

apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh…

maka…

sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat…

sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya…

sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua…

sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya…

sedekat apapun…



PASTI…akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh…

ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok…

ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik….

ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu…

bahkan ketika mereka mungkin telah menetapkan tanggal pernikahan…



namun…yang perlu dicatat disini adalah…

yakinlah…bahwa yang diberikan oleh Allah…

yakinlah…bahwa yang digariskan oleh Allah…

yakinlah…bahwa yang telah ditulis oleh Allah dalam KitabNya..

adalah…yang terbaik untuk kita….

adalah….yang paling sesuai untuk kita…

adalah…yang paling membuat kita merasa bahagia,,,,



karena Dialah…yang paling mengerti kita…lebih dari kita sendiri…

Dialah…yang paling menyayangi kita…

Dialah…yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita…

sementara kita hanya sedikit saja mengetahuinya…dan itupun hanya berdasarkan pada persangkaan kita…



dan….yang perlu kita catat juga adalah…

JIKA KITA TIDAK MENDAPATKAN SUATU HAL YANG KITA INGINKAN…ITU BUKAN BERARTI BAHWA KITA TIDAK PANTAS UNTUK MENDAPATKANNYA….NAMUN JUSTRU BERARTI BAHWA…KITA PANTAS…KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK DARI HAL TERSEBUT…

KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK…SAUDARAKU….
LEBIH BAIK….

meskipun saat ini…mata manusia kita tidak memahaminya…

meskipun saat itu…perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata…

meskipun saat itu…otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk….



Tidak…jangan terburu-buru menvonis bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang buruk….bahwa engkau tidak pantas….

karena kelak…engkau akan menyadarinya…

engkau akan menyadarinya perlahan…bahwa apa yang telah hilang darimu….bahwa apa yang tidak engkau dapatkan….bukanlah yang terbaik untukmu…bukanlah yang pantas untukmu…bukanlah sesuatu yang baik ,,,,untukmu….



karena itu…saudaraku…

jangan mubazirkan perasaanmu…air matamu…waktumu….

jangan kau umbar semua perasaan cintamu ketika engkau tengah menjalin proses taarufan…

jangan kau umbar semua kekuranganmu…jangan kau ceritakan semuanya…

jangan kau terlalu ngotot ingin dengannya…jika engkau mencintainya…

karena belum tentu dia adalah jodohmu…

pun jangan takut bila ternyata kalian tidak merasa cocok…

karena Allah telah menetapkan yang terbaik untuk kalian…



maka…memohonlah padaNya…

mintalah padanya diberikan petunjuk…dan dijauhkan dari segala godaan yang ada…

karena…cinta sebelum pernikahan…pada hakekatnya adalah sebuah cobaan yang berat…

Dan…percayalah…jodoh itu tidak ada kaitannya dengan banyak sedikitnya kenalan…banyak sedikitnya teman perempuan



sama sekali tidak…

karena jika laki-laki yang terjaga maka Allahlah yang akan mengirimkan pendamping untuknya…

karena laki-laki yang terjaga adalah laki-laki yang banyak didamba oleh seorang akhwat sejati…

jadi…jagalah dirimu…hatimu…kehormatanmu…sebelum saatnya tiba…



perbanyak bekalmu…dan doamu…

yakinlah…bahwa Allah yang akan memilihkan yang terbaik untukmu…

amien…



*Ya Allah…karuniakanlah kami seorang pasangan yang sholeh…

yang menjaga dirinya…

yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya…

yang senantiasa memperbaiki dirinya…

yang senantiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah…

yang baik akhlaknya…

yang menerima kami apa adanya…

yang akan membawa kami menuju Jannah Mu Ya Rabb…



kabulkan ya Allah…

amien…

dan segerakanlah…karena hati kami teramat lemah…dan cinta sebelum menikah adalah sebuah cobaan yang berat…

ukhti

Ukhti....Kalian adalah tulang rusuk yang hilang ,

Jika kalian dalam penantian , maka

Jadikan penantian itu jalan menuju Keberkahan...



Menanti bukan berarti berdiam diri , atau

menunggu tanpa arti...



Kalian adalah bidadari yang di cari....

Sebelum pemilik tulang rusuk datang menjemput ,

Isilah masa penantianmu dengan Taqwa , Sabar , Do'a , dan Tawakkal...



Meski kau boleh mengajukan proposal terlebih dulu kepadanya , tapi anna yakin

Al-Haya' yang menjadi perisai bagimu akan membuatmu urung untuk mengungkap perasaan...

Cinta yang tak mampu kau ungkap... ...

Cinta yang hanya kau dekap dalam diam... ...

Karena mungkin kau tak seberani KHADIJAH... ...



Ukhti Fillah...



Izinkan anna berbagi dialog dari hati ke hati.

Saudariku,, antunna mungkin jauh lebih paham tentang yang ingin anna sampaikan ,

Namun , tak ada salahnya jika kita sama-sama mereview nya kembali ,

Setidaknya, menasehati diri anna pribadi ... ...



Beberapa tips mengisi penantian dengan proses yang berkah untuk hasil yang berkah, InsyaAllah :

>> Senantiasa dekat kan diri kepada~Nya.

Taqorub Illalah! Karena Dialah Sang Pemilik Hati , Yang Menguasai Hati dan Maha Tahu Segala Isi Hati.



Persiapkan bekal karena perjalanan itu jauh.

Tholabul'ilmi never ending!



Percantik diri dengan mempercantik lahir dan batinmu.



Perbaiki diri karena InsyaAllah di sebrang sana dia pun sedang sibuk memperbaiki dirinya,

Yakinlah...!! Bahwa Wanita yang baik hanya untuk Lelaki yang baik pula... ...



Ukhti...Jaga hijabmu agar senantiasa terpelihara... ...



Jaga Izzahmu karena engkau adalah calon bidadari syurga... ...

Terakhir,, jika anna boleh memberi saran , isilah penantianmu dengan ukiran tinta cintamu.

Buatlah syair , puisi , atau surat cinta untuk sang belahan jiwa.

Curhatkanlah segala perasaanmu selama dalam

penantian, tentang cinta dan rindu... meskipun saat ini kau tak tahu untuk siapa suratmu kau tujukan.



Allah sedang merahasiakan... ...

Tapi ,yakinlah.....Sang Sutradara Kehidupan sudah mempersiapkan yang terbaik untukmu... ...

Berikanlah surat itu saat waktunya tiba... ...

Biarlah waktu yang bicara , karena waktu tak pernah berdusta.



InsyaAllah, virus Cinta yang mencoba merusak komputer hati antunna di masa penantian ,

akan terscan oleh anti virus Imani dan syiar Cinta untuk di nanti... ...



Dan InsyaAllah pula,, ta'aruf kedua , ke tiga , ke empat dan ta'aruf - ta'aruf berikutnya di mahligai rumah tangga ,

akan semakin berbunga dengan adanya syiar-syiar indah perekat Cinta... ...



Jangan buat penantianmu sia-sia.

Bersegera,, namun jangan tergesa-gesa,

Sebelum ijab Qobul keluar dari Lisan ''Sang Pangeran'' ,

hati-hatilah menempatkan perasaanmu,

karena bisa jadi, Cintamu Salah Kau Alamatkan ... ...!!



Bila yakin 'tlah tiba , teguh di dalam jiwa... ...

Kesabaran menjadi bunga... ...

Sementara waktu berlalu ... ...

Penantian tak ber akhir sia-sia... ...



Saat Perjalanan adalah pencarian diri ... ...

Laksana Zulaikha jalani hari ... ...

Sabar menanti Yusuf sang tambatan Hati ... ...

Di penantian Mencari diri ... ...

Bermohonkan ampunan,

Di pertemukan ... ...

~::*Siapa jodohku*::~

Apa kabar jodohku? Baik-baik saja kan?? Berat rasanya kantung mataku tertutup. Bagaimana dengan kamu? Apa kamu slalu terbangun disepertiga malam terakhir? Dan apakah mulutmu trs menerus berdzikir dimalam itu?



Jujur aku rindu kamu....jodohku...,,



Tapi saat ini blm saatnya untuk kita bertemu, bukannya aku tak mau..,atau aku tak rindu. Tapi memang karna perjalanan kita masih panjang. Dan masih banyak kewajiban yg harus kita penuhi sayang..,,Terkadang aku berfikir...apa nanti saat subuh tiba kau akan membangunkanku??Mengajakku bertafakur dan bersujud kepada-Nya??



Berat hati ini menantimu, gelisah pula hati ini memikirkanmu. Apa kau slalu hiasi langkahmu dengan kebaikan-kebaikan? Dan apakah nanti saat Dzuhur tiba..



kau akan meninggalkan kesibukanmu sementara, untuk menghadap-Nya?



Jodohku...sehatkah kamu?

Kalau saja aku berada disampingmu saat ini, mungkin aku akan merawatmu dengan penuh kasih sayang.,



Jodohku sabar dan tenanglah...

aku disini masih bersabar menantimu,Hatimu tak sedang terluka kan? tersenyumlah... karna aku yakin kebahagiaan akan slalu menyertai kita,Jikalau detik ini hatimu sedang terluka, ambil air wudlulah... dan mendekatlah kepada-Nya.,Tapi disini ak berharap kau baik-baik saja..,



Hmm....

waktu ini memang terasa lama buadku.,tapi ak yakin takkan lama lagi kau akan hadir menyapaku dan mengajakku untuk melakukan shalat fardhu.



Dan sering pula kau akan menyanyakan.." Sudah shalatkah kau sayang?"



Jodohku...aku rindu..,

Kapan kita bertemu? Begitu banyak hal yg ingin ku ceritakan kepadamu. Begitu banyak pula harapanku untuk menantikan nasihat2mu. Hati ini kosong...dan hati ini tak sabar menanti kehadiranmu yg kan membalut dan menyembuhkan luka dihatiku.



Jodohku...

apa kau jg rindu padaku? Bagaimana dengan Qur'an mu? Sudahkah kau baca diantara maghrib dan isya'? Apa yg kau pahami dari surah itu? Ceritakanlah kepadaku....Aku siap mendengarkan., dan begitu jg dengan keluh kesahmu,aku siap berbagi sayang...



Perubahan apa yg kau lakukan dari hari ke hari sayang? semakin membaikah? Tak kau sentuh kan hal-hal yg dilarang agama?

Aku berharap seperti itu...Jodohku....

disetiap langkahku dan seusai shalatku..

ku titipkan AL-Fatihah untukmu,agar kau slalu berada dijalan-Nya..



Sabar ya sayang, waktu-waktu ini bukanlah waktu yg lama..

Jangan sampai kau salah jalan sayang.,Salam rindu pula untuk orang tuamu, baik-baikah mrk?Masihkah kau jaga mereka dg kasih sayangmu?Dan sudahkah kau bersyukur??



Jodohku...



nantilah aku, dgn berbagai kebaikan yg nantinya akan membawa Rahmat untuk kita, Jagalah dirimu dari hal-hal yang dilarang agama. Karna aku mencintaimu secara tulus...



Jodohku...

bersiaplah kau untuk mencintaiku scara tulus dan mau menerima segala kekuranganku...dan membenarkanku dikala ak salah.Sayang... berusahalah! Kita pasti akan sukses! Bahagiakan orang tuamu...dengan menjaga sikapmu dan tuturkatamu..



Aku yakin kau adalah orang yang sabar, orang yang cakap untuk memimpin kelak.



Jgn pernah merasa sepi..



karna aku disini masih setia menantimu, dan disini aku masih setia menjaga kehormatanku.



Jodohku

kalau siang sudah berlalu..pejamkan matamu dgm buaian do'a, begitu juga ucap do'a dariku selalu menyertaimu...



Smoga ALLAH selalu menjadikan kita dijalan yang benar. AMin...



Jodohku...

Tak terasa pena ini telah banyak kui goreskan diatas kertas putih ini, yg memang benar ini adalah tanda kerinduanku kepadamu.,



Ingatlah sayang...



aku slalu ada untukmu...



Untuk itu jgn pernah kau merasa sendiri atau sepi..



Hmm...semoga kerinduanku ini akan terjawab,seiring berjalannya waktu.



Salam hormatku dan sayangku untukmu......



Semoga bermanfaat...



Oleh:Admin Andhika Al-Banjari Mtp

kau memang cantik

For: Para Umi dan Abi Tercinta serta Calon-calonnya

[SALSABILA For-Islam]

::♥::♥:: ::♥::♥:: ::♥::♥:: ::♥::♥:: ::♥::



Bismillaahirrahmaanirrahiim





Suami mana yang tidak menyukai ISTRI YANG CANTIK? Ya... Tentu ISTRI YANG CANTIK HATINYA yang lebih utama. Karena secantik apapun sang istri jika tidak disertai cantik hatinya... Masya Allah... Kebahagiaan apakah yang diharapkan???



ISTRIKU...

Ku tak berharap banyak, selain kau membuat hatiku merasa bangga padamu, bangga terhadap “AKHLAKMU YANG MULIA”, bangga terhadap “ISTIQOMAHMU MENJALANKAN IBADAH” kepada Sang Khaliq, Bangga... Bangga... pada “KETEGUHAN DAN KELEMBUTAN HATIMU” yang memancarkan cahaya kemilau di atas tumpukan batu kerikil yang melanda.



=====================



ISTRIKU... Kau Memang CANTIK...



Ketika ku melihatmu kau ‘MEMBUATKU SENANG’ dan terpana... Ketika ku perintah dalam kebaikan kau selalu ‘MENTAATIKU’... Ketika aku tidak ada atau bepergian kau selalu mampu ‘MENJAGA DIRIMU’...



Yang paling pokok bagiku untuk kelestarian keharmonisan kita adalah ‘kau selalu membuatku nyaman ketika ku berada di sampingmu... apalagi jika aku mengajakmu untuk tidur kau tidak pernah menolaknya, sehingga aku sulit untuk marah padamu... Hmm...



=====================



ISTRIKU... Kau Memang CANTIK...



Ketika aku hendak berangkat kerja... Kau selalu mempersiapkan keperluanku, mulai dari makanan, pakaian, juga tak kalah hebatnya mengurus si buah hati sehingga aku merasa nyaman ketika menciumnya karena anak kita begitu wangi diberi sentuhan kasih sayangmu...



=====================



ISTRIKU... Kau Memang CANTIK...



Ketika aku memberikan nafkah untukmu dan anak kita... hmm... tak lupa kau selalu MENYISIHKAN UNTUK ORANGTUAMU DAN MERTUAMU... juga yang semakin ku menyayangimu kau MENYISIHKAN UANG ITU UNTUK Ber-INFAQ DAN Ber-SHADAQAH...



Masih ingat... Ketika datang seorang fakir yang datang untuk meminjam beras ke rumah kita... Ya Allah... Subhanallah... Kau meminta seorang fakir itu masuk ke rumah untuk duduk, kau sodorkan minuman dan kau persilahkan dia untuk makan di ruang meja makan rumah kita. Lalu... sebelum fakir itu pulang, kau memberinya beras dan sejumlah uang.... Ya Allah... betapa mulianya kau istriku... I LOVE U HONEY...!



=====================



ISTRIKU... Kau Memang CANTIK...



Ku teringat... ketika orangtuaku atau mertuamu sakit... kau sangat khawatir, resah, bimbang, kau mempersiapkan segala sesuatunya utk keperluan mertuamu, sampai kau cepat-cepat bergegas menengoknya, bahkan kau menginap di rumah mertuamu hingga KAU KORBANKAN WAKTU ISTIRAHATMU UNTUK MENGURUS DAN MENYAYANGINYA... Subhanallah... betapa bangganya aku terhadapmu duhai kasihku... Ya Allah... Hamba bersyukur padamu...



=====================



ISTRIKU... Kau Memang CANTIK...



Aku tak menyangka... Sungguh aku tak menyangka... kelembutan hatimu membuatku terpana... hatimu begitu lembut... halus... sangat halus... sehalus sutra...



Hmm...

Bagaimana tidak, ku tlah melihatnya... Melihat kelembutan itu... Ketika ada seorang nenek yang sudah sangat tua renta menjual sayuran, ‘KANGKUNG’ dan ‘BAYAM’, hatimu langsung terciut, terciut karena tak kuasa melihatnya... lalu kau beli semua sayuran itu yang tak seberapa... Subhanallah... padahal kau tak begitu membutuhkan sayuran itu... tapi kau tetap membelinya... Sayuran yang tlah kau beli pun langsung kau bagikan pada saudara dan tetangga... ya Allah... betapa mulyanya kau istriku...



Ya Allah...

Aku betul-betul tlah menemukan Surga di rumahku... BAITI JANNATI... I LOVE U HONEY...!



=====================



ISTRIKU... ISTRIKU...

Kau Memang CANTIK...



Meskipun anakmu mulai lincah, agak sedikit nakal, dan kadang bikin kesal, kau mampu mendidiknya dengan baik dengan sentuhan kasih sayangmu, kau selalu merangkulnya dan menyayanginya ketika anak kita sulit terkendalikan... dan kau pun begitu sabar menghadapi tingkah-tingkah mereka, bahkan ketika mereka sakit, KESABARANMU SUNGGUH MENAKJUBKAN. Tak pernah kau merasa lelah dan bosan dengan semuanya...



Yang paling ku takjub lagi... Subhanallah... kau mengajari anak kita baca Qur’an... sampai anak kita mampu melafalkan huruf-huruf hijaiyah dengan baik... Kau telah menghiasi rumah kita dengan PENDIDIKAN AGAMA. Kau memang seorang ibu yang SHALEHAH istriku...



=====================



ISTRIKU... Kau Memang CANTIK...



Kau tak pernah mengkufuri nafkah yang tlah kuberikan kepadamu... kau TAK PERNAH MENGKUFURI KEBAIKAN DAN KEBAHAGIAAN yang pernah ku berikan kepadamu...



Bahkan... ketika uang bulanan itu kurang, kau tetap bersabar, tak pernah sedikit pun kau mengeluh dan merengek-rengek, tapi kau selalu memberiku SEMANGAT untuk bekerja dan berikhtiar supaya menjadi SUAMI/MUSLIM YANG KUAT... kata-katamu selalu membuatku tersadar untuk terus BERIKHTIAR, BERIKHTIAR, dan BERIKHTIAR... sehingga aku semangat dalam mencari nafkah untukmu, anak kita, dan juga orang-orang yang berada dalam tanggunganku...



=====================



ISTRIKU... Kau Memang CANTIK...



Selain kau pandai tentang keilmuan, cerdik, dan sholehah... ternyata kau juga PINTAR MASAK... Subhanallah... membuatku selalu betah jika berada di rumah, bahkan ketika berada di luar rumah atau bepergian pun, aku selalu ingin segera pulang bergegas menuju MEJA MAKAN...



Hmm... makanan yang kau hidangkan, membuat PERUTKU KERONCONGAN... ehm, padahal di luar rumah pun aku dah makan (ssssuuuttt)... kenapa perut ini terasa sangat lapar mencium bau wangi makanan yang dihidangkannya ya...??? Padahal yang di masak bukan “DAGING atau IKAN”... Tapi istriku pandai mengolahnya...



Ya Allah... Subhanallah... Istriku memang pandai, ‘PANDAI MERANGKUL DAN MENARIK HATI SUAMI’.



Suami mana coba yang tidak senang istrinya pandai masak???



=====================



Ya Allah...

Bagiku... Istriku adalah anugrah terindah yang tlah kau berikan kepadaku. Bagiku... Istriku begitu sempurna, meskipun KESEMPURNAAN HANYALAH MILIK-Mu Kau-lah MAHA SEMPURNA Ya Rabbi, namun istriku sangat berharga di mataku dan hatiku.



Ya Allah...

Kami memang bukan makhluk yang sempurna, tapi istriku tlah membuktikannya selalu belajar dan berusaha untuk menjadi “INSAN KAMIL” makhluk yang sempurna... belajar sempurna untuk menjadi Muslimah yang ideal... Belajar ideal dalam rangka meninggikan kalimah-Mu.



Ya Allah, Wahai Rabb kami!

Hiasilah Diri dan Hati istriku dengan sifat-sifat mulya yang dapat membawa keluargaku ke Surga-Mu.



Ya Allah Wahai Rabb kami!

Berkahilah keluarga kami, sebagaimana telah engkau berkahi keluarga hamba-hamba-Mu yang shaleh.





Aamiin ya Allah ya Rabbal ‘aalamiin





::♥::♥:: ::♥::♥:: ::♥::♥:: ::♥::♥:: ::♥::

kelebihan dan kekurangan

By: [SALSABILA FOR-ISLAM]



Gemerlap cinta karena-Mu ya Rabbi...

Selalu menuai kasih berbuah ibadah...





::♥::♥:: ::♥::♥:: ::♥::♥:: ::♥::♥:: ::♥::



Bismillaahirrahmaanirrahiim





Ketika berbicara perihal ‘KELEMAHAN’ atau ‘KEKURANGAN’, tentu tidak terlepas dari bahasan ‘KELEBIHAN’. Begitu pun sebaliknya, jika mencermati suatu ‘KELEBIHAN’ tak kan lepas dari bahasan sebuah ‘KELEMAHAN’.



Nah begitu pula seorang insan tak luput dari kelebihan dan kekurangannya. Namun jarang sekali ada orang yang bijak memahami dan memaklumi kekurangan sesama insan. Termasuk...



YA, termasuk dalam lingkungan RUMAH TANGGA.



Lingkungan baru yang berkumpul DUA INSAN yang tentunya “BERBEDA”. Beda dari mulai jenis kelamin, latar belakang keluarga, pendidikan, lingkungan, pemahaman, adat (tradisi), atau mungkin beda bahasa dan bahkan jenis kulit pun berbeda.



...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥





Ada seorang suami pendiam yang mempunyai seorang istri yang lebih aktif berbicara, ada pula yang sebaliknya, istrinya pendiam dan suaminya yang pandai berbicara. Ada juga yang kedua-duanya pandai berbicara, atau kedua-duanya malah pendiam... mungkin mereka pemalu.



Ada seorang suami sering mengalah alias TIDAK EGOIS dari berbagai permasalahan dengan istrinya, dan ada juga yang sebaliknya istrinyalah yang sering mengalah.



Ada pula seorang suami yang penuh perhatian alias romantis, tapi istrinya malah sebaliknya... CUEK dan JUTEK...!!!



Ada pula seorang suami yang galak mempunyai seorang istri yang lemah lembut penuh santun, tapi ada juga yang sebaliknya ISTRI YANG GALAK...!!! Bahkan ada istilah SUAMI TAKUT ISTRI... Hmm...



...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥





ISTRIKU... MEMANG BEDA DENGANKU...



Aku senengnya makan IKAN, tapi dia senengnya makan daging AYAM, Daging Ayamnya juga ‘hmm... DIBAKAR... Alhamdulillah Akupun suka AYAM BAKAR, jadi tidak terlalu bermasalah meskipun dia sering masak daging ayam di rumah...



...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥





ISTRIKU... MEMANG BEDA DENGANKU...



Dia sangat suka SAMBAL ONCOM, SAMBAL TERASI, SAMBAL CIBIUK, dan semua jenis SAMBAL, Lada-nya... Masya Allah... Dia memang doyan yang pedes-pedes, makan MIE BAKSO saja pedes-nya... 5 sendok bahkan lebih tak tangung-tanggung...



Padahal aku tidak suka ‘PEDAS’, setelah menikah dengannya... belajar memahami. Awal-awal mungkin ‘agak beda disuguhin SAMBAL CIBIUK dan makanan pedas-pedas, lama-kelamaan malah bikin ketagihan...



hmm... makan selalu ‘berselera dan nikmat’



...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥





KUPERHATIKAN ISTRIKU...



Dia sangat MANJA... Setiap aku punya uang lebih, pasti minta dibelikan sesuatu... entah itu sepatu, tas, baju, kerudung, aksesoris, dan lain-lain. Kapan nabungnya???



Tapi... Ku cermati lagi... Jika dia pandai mengurus si buah hati dan mendidiknya dengan baik, tak masalah aku belikan dia kerudung baru, sebagai “REWARD... SPECIAL JUST FOR YOU... ISTRIKU...”



...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥





KUPERHATIKAN ISTRIKU...



Dia terlihat CANTIK... sangat CANTIK... tapi kalau sudah MARAH-MARAH... Astaghfirullah... kecantikannya itu seakan-akan hilang... Rumah pun seakan-akan mau GEMPA BUMI, kadang aku tak kuasa mendengar ocehannya, ingin rasanya pergi.... pergi yang jauh dari rumah...



Tapi...



Ketika ku teringat SENYUM MANISNYA kembali, kecantikannya itu mulai pulih menghiasi raut mukanya... Hmm... Hatiku mulai terciut dan terpincut.



Sangat indah ketika ku teringat jasa-jasanya... apalagi ketika dia IKHLAS MENERIMA SEGALA KEKURANGAN DAN KELEMAHANKU selama ini yang selalu membuatnya kecewa...



Bahkan sikapku sering membuatnya MENANGIS... Ya Allah...



***



ISTRIKU... ISTRIKU... Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, tak kan pernah keluar dari pintu rumah ini ketika kita sedang bermasalah. Aku akan tetap ISTIQOMAH menjadi PEMUDA MUSLIM YANG KOKOH... yang tak kan lari ke manapun, Qalbu ini teguh... HANYA UNTUKMU KASIHKU...



Bukankah itu adalah DIANTARA SIKAP YANG BAIK TERHADAP ISTRI?



Seperti halnya Hadits dari Hakim bin Muawiyyah dari ayahnya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: Apakah kewajiban suami kepada istrinya? beliau menjawab: “Memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, dan janganlah memukul wajah, JANGAN MENJELEK-JELEKANNYA, dan JANGANLAH MENINGGALKANNYA (DI WAKTU MARAH) kecuali masih dalam rumah”. (HR. Ahmad)



...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥





KUPERHATIKAN ISTRIKU...



Dia sering CEMBURU... Sangat pusing memperhatikan istri PENCEMBURU... ‘DIKIT-DIKIT CEMBURU...’



Bahkan, setiap mau berangkat kerja... pasti selalu bilang: “Sayang, awas ya jangan lirik-lirik perempuan lain...!!!”, kata itu tak bosan-bosannya ia kumandangkan sebelum ‘SUN TANGAN’... hmm...



ISTRIKU... ISTRIKU...

Setelah ku renungkan... Ternyata kau sebenarnya begitu menyayangiku... Aku yang sebenarnya harus lebih menjaga diriku, supaya kau tidak terlalu cemburu.



...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥





ISTRIKU...



Aku sudah tahu hampir semua kelemahan dan kekuranganmu, tapi itu hanya menjadi rahasia kita berdua. AKAN KU HIASI KELEMAHANMU DENGAN KASIH SAYANGKU...



AKU SADAR... AKU SADAR... ISTRIKU...



Akupun begitu banyak kekurangan dan kelemahan yang menempel dalam diri dan jiwa ini, tapi... SUBHANALLAH... Kau begitu sabar menghadapiku...



Lalu, kelemahan dan kekuranganmu? Hmm... NO PROBLEM Istriku...



Yang pasti kita harus senantiasa ingat akan Hadits mengenai pahala suami yang bersabar terhadap sikap istrinya yang jelek, juga Hadits mengenai pahala istri yang bersabar terhadap sikap suaminya yang jelek.



Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “SIAPA ORANG YANG SABAR DARI KEJELEKAN AKHLAK ISTRINYA, PASTI ALLAH AKAN MEMBERINYA GANJARAN SEPERTI GANJARAN YANG ALLAH BERIKAN KEPADA AYYUB A.S, ATAS COBAANNYA”. (‘Uqulu al-Lujin: 4)



***



Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “SIAPA YANG SABAR ATAS KEJELEKAN AKHLAK SUAMINYA NISCAYA ALLAH AKAN MEMBERI GANJARAN ORANG YANG TERBUNUH DI JALAN ALLAH (SYAHIDAH), dan siapa yang menzhalimi suami serta membebaninya dengan apa yang ia tidak mampu dan menyakitinya, malaikat rahmat dan malaikat adzab akan melaknatnya. Dan siapa yang sabar dari kekejaman suaminya, Allah akan memberi ganjaran kepadanya seperti ganjaran Siti Asiyah dan Maryam putri ‘Imran.” (‘Uqulu al-Lujin: 4)



Yang jelas...

Kita tetap berusaha MENJADI SUAMI ISTRI yang baik... supaya kehidupan Rumah Tangga kita lebih BARAKAH dan ada dalam keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.



...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥





Ya Allah...

Bimbinglah kami... Bimbinglah kami menjadi Suami atau Istri yang shalih/shalihah, yang senantiasa bersabar atas kelemahan dan kekurangan masing-masing pasangan kami sekarang ataupun nanti.



Ya Allah...

Tanamkanlah dalam jiwa kami supaya kami senantiasa riyadhah (latihan) dalam bersabar, supaya kami siap sebagai CALON suami atau istri yang layak mendapatkan ridha-Mu dalam setiap langkah kami.



Aamiin ya Allah ya Rabbal ‘aalamiin





...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥

Jumat, 17 Juni 2011

Inginku Sempurnakan Separuh Agamaku

Di zaman ini tidak ragu lagi penuh godaan di sana-sini. Di saat wanita-wanita sudah tidak lagi memiliki rasa malu. Di saat kaum hawa banyak yang tidak lagi berpakaian sopan dan syar’i. Di saat perempuan lebih senang menampakkan betisnya daripada mengenakan jilbab yang menutupi aurat. Tentu saja pria semakin tergoda dan punya niatan jahat, apalagi yang masih membujang. Mau membentengi diri dari syahwat dengan puasa amat sulit karena ombak fitnah pun masih menjulang tinggi. Solusi yang tepat di kala mampu secara fisik dan finansial adalah dengan menikah.
Menyempurnakan Separuh Agama
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نِصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي
“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)
Lihat bahwa di antara keutamaan menikah adalah untuk menyempurnakan separuh agama dan kita tinggal menjaga diri dari separuhnya lagi. Kenapa bisa dikatakan demikian? Para ulama jelaskan bahwa yang umumnya merusak agama seseorang adalah kemaluan dan perutnya. Kemaluan yang mengantarkan pada zina, sedangkan perut bersifat serakah. Nikah berarti membentengi diri dari salah satunya, yaitu zina dengan kemaluan. Itu berarti dengan menikah separuh agama seorang pemuda telah terjaga, dan sisanya, ia tinggal menjaga lisannya.
Al Mula ‘Ali Al Qori rahimahullah dalam Mirqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih berkata bahwa sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “bertakwalah pada separuh yang lainnya”, maksudnya adalah bertakwalah pada sisa dari perkara agamanya. Di sini dijadikan menikah sebagai separuhnya, ini menunjukkan dorongan yang sangat untuk menikah.
Al Ghozali rahimahullah (sebagaimana dinukil dalam kitab Mirqotul Mafatih) berkata, “Umumnya yang merusak agama seseorang ada dua hal yaitu kemaluan dan perutnya. Menikah berarti telah menjaga diri dari salah satunya. Dengan nikah berarti seseorang membentengi diri dari godaan syaithon, membentengi diri dari syahwat (yang menggejolak) dan lebih menundukkan pandangan.”
Kenapa Masih Ragu untuk Menikah?
Sebagian pemuda sudah diberikan oleh Allah keluasan rizki. Ada yang kami temui sudah memiliki usaha yang besar dengan penghasilan yang berkecukupan. Ia bisa mengais rizki dengan mengolah beberapa toko online. Ada pula yang sudah bekerja di perusahaan minyak yang penghasilannya tentu saja lebih dari cukup. Tetapi sampai saat ini mereka belum juga menuju pelaminan. Ada yang beralasan belum siap. Ada lagi yang beralasan masih terlalu muda. Ada yang katakan pula ingin pacaran dulu. Atau yang lainnya ingin sukses dulu dalam bisnis atau dalam berkarir dan dikatakan itu lebih urgent. Dan berbagai alasan lainnya yang diutarakan. Padahal dari segi finansial, mereka sudah siap dan tidak perlu ragu lagi akan kemampuan mereka. Supaya memotivasi orang-orang semacam itu, di bawah ini kami utarakan manfaat nikah yang lainnya.
(1) Menikah akan membuat seseorang lebih merasakan ketenangan.
Coba renungkan ayat berikut, Allah Ta’ala berfirman,
وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.” (QS. Ar-Ruum: 21). Lihatlah ayat ini menyebutkan bahwa menikah akan lebih tentram karena adanya pendamping. Al Mawardi dalam An Nukat wal ‘Uyun berkata mengenai ayat tersebut, “Mereka akan begitu tenang ketika berada di samping pendamping mereka karena Allah memberikan pada nikah tersebut ketentraman yang tidak didapati pada yang lainnya.” Sungguh faedah yang menenangkan jiwa setiap pemuda.
(2) Jangan khawatir, Allah yang akan mencukupkan rizki
Dari segi finansial sebenarnya sudah cukup, namun selalu timbul was-was jika ingin menikah. Was-was yang muncul, “Apa bisa rizki saya mencukupi kebutuhan anak istri?” Jika seperti itu, maka renungkanlah ayat berikut ini,
وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32). Nikah adalah suatu ketaatan. Dan tidak mungkin Allah membiarkan hamba-Nya sengsara ketika mereka ingin berbuat kebaikan semisal menikah.
Di antara tafsiran Surat An Nur ayat 32 di atas adalah: jika kalian itu miskin maka Allah yang akan mencukupi rizki kalian. Boleh jadi Allah mencukupinya dengan memberi sifat qona’ah (selalu merasa cukup) dan boleh jadi pula Allah mengumpulkan dua rizki sekaligus (Lihat An Nukat wal ‘Uyun). Jika miskin saja, Allah akan cukupi rizkinya. Bagaimana lagi jika yang bujang sudah berkecukupan dan kaya?
Dari ayat di atas, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
التمسوا الغنى في النكاح
“Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim mengenai tafsir ayat di atas).
Disebutkan pula dalam hadits bahwa Allah akan senantiasa menolong orang yang ingin menjaga kesucian dirinya lewat menikah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang tiga golongan yang pasti mendapat pertolongan Allah. Di antaranya,
وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ
“… seorang yang menikah karena ingin menjaga kesuciannya.” (HR. An Nasai no. 3218, At Tirmidzi no. 1655. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Ahmad bin Syu’aib Al Khurasani An Nasai membawakan hadits tersebut dalam Bab “Pertolongan Allah bagi orang yang nikah yang ingin menjaga kesucian dirinya”. Jika Allah telah menjanjikan demikian, itu berarti pasti. Maka mengapa mesti ragu?
(3) Orang yang menikah berarti menjalankan sunnah para Rasul
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.” (QS. Ar Ra’du: 38). Ini menunjukkan bahwa para rasul itu menikah dan memiliki keturunan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَرْبَعٌ مِنْ سُنَنِ الْمُرْسَلِينَ الْحَيَاءُ وَالتَّعَطُّرُ وَالسِّوَاكُ وَالنِّكَاحُ
“Empat perkara yang termasuk sunnah para rasul, yaitu sifat malu, memakai wewangian, bersiwak dan menikah.” (HR. Tirmidzi no. 1080 dan Ahmad 5/421. Hadits ini dho’if sebagaimana kata Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth. Namun makna hadits ini sudah didukung oleh ayat Al Qur’an yang disebutkan sebelumnya)
(4) Menikah lebih akan menjaga kemaluan dan menundukkan pandangan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah[1], maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400). Imam Nawawi berkata makna baa-ah dalam hadits di atas terdapat dua pendapat di antara para ulama, namun intinya kembali pada satu makna, yaitu sudah memiliki kemampuan finansial untuk menikah. Jadi bukan hanya mampu berjima’ (bersetubuh), tapi hendaklah punya kemampuan finansial, lalu menikah. Para ulama berkata, “Barangsiapa yang tidak mampu berjima’ karena ketidakmampuannya untuk memberi nafkah finansial, maka hendaklah ia berpuasa untuk mengekang syahwatnya.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim)
Itulah keutamaan menikah. Semoga membuat mereka-mereka tadi semakin terdorong untuk menikah. Berbeda halnya jika memang mereka ingin seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang belum menikah sampai beliau meninggal dunia. Beliau adalah orang yang ingin memberi banyak manfaat untuk umat dan itu terbukti. Itulah yang membuatnya mengurungkan niat untuk menikah demi maksud tersebut. Sedangkan mereka-mereka tadi di atas, bukan malah menambah manfaat, bahkan diri mereka sendiri binasa karena godaan wanita yang semakin mencekam di masa ini.
Menempuh Jalan yang Benar
Kami menganjurkan untuk segera menikah di sini bagi yang sudah berkemampuan, bukan berarti ditempuh dengan jalan yang keliru. Sebagian orang menyangka bahwa menikah harus lewat pacaran dahulu supaya lebih mengenal pasangannya. Itu pendapat keliru karena tidak pernah diajarkan oleh Islam. Pacaran tentu saja akan menempuh jalan yang haram seperti mesti bersentuhan, berjumpa dan saling pandang, ujung-ujungnya pun bisa zina terjadilah MBA (married be accident). Semua perbuatan tadi yang merupakan perantara pada zina diharamkan sebagaimana firman Allah Ta’ala,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)
Kemudian nasehat kami pula bagi mahasiswa yang masih kuliah (masih sekolah) bahwa bersabarlah untuk menikah. Sebagian mahasiswa yang belum rampung kuliahnya biasanya sering “ngambek” pada ortunya untuk segera nikah, katanya sudah tidak kuat menahan syahwat. Padahal kerja saja ia belum punya dan masih mengemis pada ortunya. Bagaimana bisa ia hidupi istrinya nanti? Kami nasehatkan, bahagiakan ortumu dahulu sebelum berniat menikah. Artinya lulus kuliah dahulu agar ortumu senang dan bahagia karena itulah yang mereka inginkan darimu dan tugasmu adalah berbakti pada mereka. Setelah itu carilah kerja, kemudian utarakan niat untuk menikah. Semoga Allah mudahkan untuk mencapai maksud tersebut. Oleh karenanya, jika memang belum mampu menikah, maka perbanyaklah puasa sunnah dan rajin-rajinlah menyibukkan diri dengan kuliah, belajar ilmu agama, dan kesibukan yang manfaat lainnya. Semoga itu semakin membuatmu melupakan nikah untuk sementara waktu.
Adapun yang sudah mampu untuk menikah secara fisik dan finansial, janganlah menunda-nunda! Jangan Saudara akan menyesal nantinya karena yang sudah menikah biasa katakan bahwa menikah itu enaknya cuma 1%, yang sisanya (99%) “enak banget”. Percaya deh!

♥♥Jika Belum Bersedia, Cintai Ia Dalam Diam♥♥

♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥


بِسْــــــ...ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم


Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang,

cukup cintai ia dalam diam ...


Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...

Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,

Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya..


Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..

Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..


Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..

Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu ...

ღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥::♥.¸¸.¤*¨*ღ☆ღღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥::♥.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ


Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali ??

Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...

Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....


Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...

Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata

hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...

Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ??


Dan jika memang 'Cinta Dalam Diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,

biarkan ia tetap diam ...


ღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥::♥.¸¸.¤*¨*ღ☆ღღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥::♥.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ


Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...


Biarkan 'Cinta Dalam Diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...


Cintailah ia dalam diam,

dari kejauhan, dengan

kesederhanaan dan keikhlasan…


Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba…mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…

ღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥::♥.¸¸.¤*¨*ღ☆ღღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥::♥.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ

special for teh dinda 11-06-2012

Rabu, 15 Juni 2011

♥●• PERNIKAHAN adalah seperti SEKOLAH CINTA •●♥

Bertahun-tahun yang lalu ...
saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya
pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan,seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuhperhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan...

Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, "HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia! menjawab,
"Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskan kepadamu.
Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk
memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu
untukmemberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih
kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau
memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam;
atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat
menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan
melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid.

Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak
sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu".

Ini untuk : yang baru saja menikah, yang sudah menikah,
yang akan menikah dan yang sedang mencari, khususnya yang sedang mencari.

J I K A........

Jika kamu memancing ikan.....
Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil Ikan itu.....
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan
mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang... .Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya.....Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja......
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat
melupakan segalanya selagi dia mengingat...

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada
takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh......cukuplah sekadar
keperluanmu. ......Apabila sekali ia retak......tentu sukar untuk kamu menambalnya semula......Akhirnya ia dibuang.....Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.....

Begitu juga jika kamumemiliki seseorang, terimalah seadanya.... .
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya Begitu istimewa.... .Anggaplah ia manusia biasa. Apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. ....akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus Hingga ke akhirnya.... .

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi.....yang pasti baik untuk dirimu.
Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, coba mencari
makanan yang lain....Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan....
yang membawa kebaikan kepada dirimu. .Menyayangimu.
Mengasihimu. Mengapa kamu berlengah, coba bandingkannya dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang Lain kamu juga akan menyesal...Wallahu'alam Bishawab .

Rabu, 18 Mei 2011

Aku Mencintaimu Karena Agamamu

BismiLLAHirrahmannirrakhim

Assalamu'alaikum warahmatuLLAHi wabarakatuh.

Umumnya setiap orang yang dewasa pasti ingin menikah untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah war rahmah atau keluarga yang bahagia di dunia dan akhirat. Apalagi nikah adalah satu perintah agama:

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu
yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [An Nuur:32]

Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)

Hadis riwayat Anas ra.: Bahwa beberapa orang sahabat Nabi saw. bertanya secara diam-diam kepada istri-istri Nabi saw. tentang amal ibadah beliau. Lalu di antara mereka ada yang mengatakan: Aku tidak akan menikah dengan wanita. Yang lain berkata: Aku tidak akan memakan daging. Dan yang lain lagi mengatakan: Aku tidak akan tidur dengan alas. Mendengar itu, Nabi saw. memuji Allah dan bersabda: Apa yang diinginkan orang-orang yang berkata begini, begini! Padahal aku sendiri salat dan tidur, berpuasa dan berbuka serta menikahi wanita! Barang siapa yang tidak menyukai sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku. (Shahih Muslim No.2487)

Hadis riwayat Sa`ad bin Abu Waqqash ra., ia berkata: Rasulullah saw. melarang Usman bin Mazh`un hidup mengurung diri untuk beribadah dan menjauhi wanita (istri) dan seandainya beliau mengizinkan, niscaya kami akan mengebiri diri. (Shahih Muslim No.2488)

Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." (Muttafaq Alaihi).


Nah bagaimana caranya agar kita bisa memiliki keluarga yang bahagia? Itu semua tak lepas dari usaha, doa, dan tawakkal kita kepada Allah SWT. Allah dan RasulNya sudah memberi petunjuk di Al Qur’an dan Hadits.

Melihat dan berkenalan.



Sebelum memutuskan untuk menikah, kita harus melihat dulu calon pasangan kita. Ini agar tidak seperti membeli kucing dalam karung:

Menurut riwayat Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah bertanya kepada seseorang yang akan menikahi seorang wanita:
"Apakah engkau telah melihatnya?" Ia menjawab: Belum. Beliau bersabda: "Pergi dan lihatlah dia."


Jangan Berpacaran.



Meski kita harus ta’aruf atau mengenal, tapi pacaran dalam Islam adalah hal yang terlarang.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’:32]


Ada orang yang berpacaran sampai bertahun-tahun lebih. Bahkan ada pula yang sampai kumpul kebo dengan alasan agar bisa mengenal calon pasangannya. Itu adalah haram. Toh begitu menikah, banyak juga yang cerai. Sebab bagaimana pun juga orang pacaran itu selalu menutupi kekurangannya dan hanya menampilkan yang baik-baik saja. Banyak ulama mengatakan, kalau pacaran itu tidak pernah kita mendengar suara kentut dari pasangan kita.. Tapi begitu menikah, sering sekali kedengaran. Jadi pacaran itu bukanlah hal yang yang tepat untuk mengenal pasangan.

Untuk mengenal pasangan anda, carilah informasi dari orang dekatnya entah itu saudara, teman, atau tetangganya. Minta juga penilaian dari orang tua dan keluarga anda. Sebab orang yang jatuh cinta itu banyak yang “buta.” Tidak dapat melihat kekurangan orang yang dia cinta.

Sulit Mencari Jodoh?



Ada juga orang yang sulit mencari jodoh. Kemungkinan orang ini terlalu pilih-pilih atau selektif. Yang penting itu sebenarnya akhlak dan agamanya. Tampang itu yang biasa-biasa saja, begitu pula yang lainnya. Selain itu seringlah bersilaturrahim ke tempat saudara atau mengikuti pengajian. Makin luas silaturrahim anda, makin mudah pula anda mencari jodoh. Jangan lupa untuk senantiasa senyum sehingga orang tidak kabur ketika melihat anda...

Jangan Melamar Wanita yang Sedang Dilamar Orang Lain



Ada pepatah Perancis: “Cherchez la Femme” Artinya, (jika ada keributan) carilah wanitanya. Ini karena sering terjadi perkelahian untuk memperebutkan wanita. Tak jarang berakhir dengan maut. Oleh karena itu, Islam melarang seseorang untuk melamar wanita lain yang sedang dilamar pria lain.

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah seseorang di antara kamu melamar seseorang yang sedang dilamar saudaranya, hingga pelamar pertama meninggalkan atau mengizinkannya." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari.


Memilih Pasangan Hidup



Pertama-tama kita harus mencari pasangan hidup yang baik menurut agama. Mungkin banyak orang mengeluh karena dia sulit mendapat jodoh. Tidak ada pria/wanita yang mendekati dirinya. Nah orang itu harus introspeksi diri.

Pertama apakah penampilannya kucel dan semrawut? Jika ya, jangan heran jika banyak orang tidak menengok dirinya. Kita harus berpenampilan bersih, rapi, dengan wajah yang ceria. Jika wajah murung atau cemberut tentu orang juga enggan mendekat. Itulah sebabnya Nabi berkata “Senyum itu sedekah”

Kemudian lihat pergaulan atau jaringan teman dan keluarga anda. Apakah anda sehari-hari hanya berkurung diri di kamar saja? Tentu saja anda tidak harus melakukan dugem di diskotik yang akhirnya paling hanya dapat pecandu narkoba/alkohol sebagai suami/istri. Tapi anda bisa mengikuti pengajian di lingkungan rumah anda. Bagaimana pun juga keluarga dan teman bisa jadi mak comblang/perantara yang ampuh untuk mencari jodoh.

Jangan pasang kriteria terlalu tinggi, misalnya harus ganteng/cantik, harus cerdas lulus S3, kaya, dan beriman. Sulit mencari orang yang sempurna. Jika pun anda bisa menemukan orang yang seperti itu, belum tentu dia mau dengan anda.. Pilihlah wanita yang beriman dan saleh untuk jadi pasangan anda:

Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)

Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)


Wanita yang baik akan senantiasa menjaga auratnya. Dia tidak akan menerima tamu pria yang bukan muhrimnya jika anda pergi bekerja. Sebaliknya, jangan pilih wanita yang mengumbar auratnya/sexy untuk menggoda para pria. Banyak terjadi wanita seperti ini ketika suaminya pergi, maka dia selingkuh dengan pria lain. Bahkan tidak jarang akhirnya membunuh suaminya agar bisa tetap bersama pacarnya. Semoga hal ini tidak menimpa kita semua.

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin” [An Nuur:3]


Pilih wanita yang beriman. Bukan yang musyrik/beda agama:

“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” [Al Baqarah:221]


Sebelum anda jatuh cinta dengan seseorang, teliti dulu agamanya. Islam apa bukan? Jika Islam, perhatikan lagi, sholat apa tidak? Jika tidak sholat, sebaiknya tinggalkan karena sholat adalah pembeda antara orang yang beriman dengan orang kafir.

Seganteng atau secantik apa pun orang yang membuat anda jatuh hati, jika dia kafir niscaya akan dibakar dengan api neraka sehingga wujudnya akan jadi mengerikan. Jika anda pernah menyaksikan mayat yang hangus hitam terbakar, ingatlah itu. Seganteng apa pun orang itu misalnya seganteng Primus atau Keanu Reves, tapi jika dia kafir maka wajahnya akan mengerikan bukan hanya di neraka. Tapi juga di kubur. Ingatlah hal ini agar anda tidak tertarik dengan orang kafir yang ganteng atau cantik. Meski mungkin sudah banyak yang tahu, ada baiknya kita baca ayat di bawah tentang siapa yang tidak boleh kita nikahi:

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An Nisaa’:23]


Amati Bagaimana Amarahnya



Setiap orang pasti pernah marah. Cuma ada yang melampiaskan kemarahannya dengan perbuatan yang menyakitkan, ada juga yang sekedar mengeluarkan kata-kata kotor, ada pula yang sekedar diam saja.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi akibat pasangan tidak mampu mengontrol amarahnya. Kadang bukan sekedar melukai, tapi juga bisa membunuh pasangan atau anaknya. Oleh karena itu anda harus bisa mengetahui bagaimana sifat calon pasangan anda jika marah agar tidak menyesal nantinya. Jangan sampai, terutama kaum wanita, jadi sansak hidup yang selalu dipukul oleh suaminya.

Ada wanita yang baru tahu suaminya kasar setelah menikah. Sering memukul hingga membuat dia berdarah. Sebelum menikah, katanya calon suaminya sangat baik. Oleh karena itu tak ada salahnya jika anda sekali dua kali mencoba membuat pasangan anda marah agar hal semacam itu bisa dideteksi secara dini. Jika anda terlanjur menikahi orang seperti ini, sebaiknya segera mencari perlindungan dan bercerai. Memang setelah marah mereka sangat baik dan sangat cepat menjadi baik lagi karena seluruh kemarahannya mereka keluarkan kepada anda. Tapi pasti mereka akan mengulanginya lagi.

Sebaik-baik orang adalah yang diam jika dia marah. Jika pun berkata, dia sekedar mengungkapkan hal yang dia tidak suka tanpa menyebut anda dengan sebutan yang buruk.


Paling dekat dengan aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya. (HR. Ar-Ridha)

Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)


Selama menikah, Nabi belum pernah memukul istri atau pun anak-anaknya. Pada saat anda sudah menikah, sebaiknya hanya ada 1 pihak saja yang marah. Yang lain sebaiknya mengalah. Ketika marah, jangan sekali-kali mengucapkan kata “Cerai.” Sebab itu bukanlah kata yang bisa diucapkan secara main-main atau untuk mengancam.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Tiga hal yang bila dikatakan dengan sungguh akan jadi dan bila dikatakan dengan main-main akan jadi, yaitu: nikah, talak dan rujuk (kembali ke istri lagi)." Riwayat Imam Empat kecuali Nasa'i. Hadits shahih menurut Hakim.


Jangan pula anda mengeluarkan kata-kata dari “Kebun Binatang” atau pun sebutan menyakitkan lainnya.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri (sesama Muslim) dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat:11]


Jangan Mencintai Pasangan Anda Secara Berlebihan



Menurut pepatah Inggris: “Love me little, love me long”. Cintai aku sedikit, tapi abadi. Biasanya pasangan yang cintanya berlebihan, sehingga di depan umum pun tampil sangat mesra, dalam beberapa tahun saja pasti bercerai. Ini karena rasa cintanya terlalu diumbar sehingga dalam waktu singkat sudah “habis.” Dalam Islam, kita tidak boleh berlebihan. Kita harus mengutamakan cinta kita kepada Allah dan Rasulnya. Jika pun kita mencintai sesama atau pasangan kita, itu karena Allah.

Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud)


Jika kita mencintai pasangan kita lebih daripada Allah, niscaya hati kita akan hancur dan putus asa jika pasangan kita meninggalkan kita baik karena cerai atau pun karena mati. Sebaliknya jika kita mencintai Allah di atas segalanya, niscaya kita akan selalu tegar dan tabah karena kita yakin bahwa Allah itu Maha Hidup dan Abadi serta selalu bersama dengan hambanya yang Saleh.

Menikahlah Karena Cinta



Seharusnya kita menikah karena cinta. Bukan karena paksaan. Oleh karena itu, sebetulnya kisah kawin paksa antara Siti Nurbaya dengan Datuk Maringgih itu bertentangan dalam Islam.

Dari Zakwan ia berkata: Aku mendengar Aisyah berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang seorang gadis perawan yang dinikahkan oleh keluarganya, apakah ia harus dimintai persetujuan ataukah tidak? Beliau menjawab: Ya, harus dimintai persetujuan! Lalu Aisyah berkata: Aku katakan kepada beliau, perempuan itu merasa malu. Rasulullah saw. bersabda: Itulah tanda setujunya bila ia diam. (Shahih Muslim No.2544)


Syiarkanlah Pernikahan



Dalam Islam, pernikahan itu meski itu adalah pernikahan kedua, ketiga, atau keempat (poligami) harus disiarkan ke masyarakat luas agar nanti tidak terjadi fitnah.

Dari Amir Ibnu Abdullah Ibnu al-Zubair, dari ayahnya Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sebarkanlah berita pernikahan." Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Hakim.

Hadis riwayat Anas bin Malik ra.: Bahwa Nabi saw. melihat warna bekas wangian pengantin di tubuh Abdurrahman bin Auf, lalu beliau bertanya: Apakah ini? Abdurrahman menjawab: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku baru saja menikahi seorang wanita dengan mahar seharga lima dirham emas. Rasulullah saw. lalu bersabda: Semoga Allah memberkahimu dan
rayakanlah walaupun dengan seekor kambing. (Shahih Muslim No.2556)

Dari Anas Ibnu Malik ra bahwa Nabi SAW pernah melihat bekas kekuningan pada Abdurrahman Ibnu Auf. Lalu beliau bersabda: "Apa ini?". Ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menikahi seorang perempuan dengan maskawin senilai satu biji emas. Beliau bersabda: "Semoga Allah memberkahimu, selenggarakanlah walimah (resepsi) walaupun hanya dengan seekor kambing." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.


Sering orang melakukan pernikahan secara diam-diam atau nikah siri sehingga orang banyak tidak tahu apakah mereka berdua menikah atau tidak. Itu jelas tidak sesuai dengan sunnah Nabi. Jika yang dilakukan pernikahan siri adalah istri kedua sementara istri pertama dirayakan, maka itu adalah ketidak-adilan yang tidak bisa ditolerir.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda: "Barang siapa memiliki dua orang istri dan ia condong kepada salah satunya (tidak adil), ia akan datang pada hari kiamat dengan tubuh miring." Riwayat Ahmad dan Imam Empat, dan sanadnya shahih.


Jangan Bercerai



Perceraian adalah hal yang halal tapi dibenci Allah:

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Perbuatan halal yang paling dibenci Allah ialah cerai." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)


Kenapa begitu? Karena perceraian bukan hanya menyakitkan pihak yang bercerai, tapi juga anak-anaknya. Agar tidak bercerai, maka suami harus bertanggung-jawab memberi nafkah lahir dan batin pada istrinya dan keluarganya serta memperlakukan mereka dengan baik. Istri juga harus paham bahwa suami adalah pemimpin keluarga dan menghormatinya.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)..” [An Nisaa’:34]


Sediakanlah makan dan minuman bagi suami dan keluarganya. Karena wanita bertanggung-jawab mengatur hal itu. Masing-masing punya tugas dan tanggung–jawab.

Jika marah, sebaiknya diam. Jangan melontarkan kata-kata yang menyakitkan. Apalagi sampai main tangan. Jika ada satu yang marah, yang lain hendaknya mengalah. Sebab kalau keduanya sama-sama marah bisa berakibat “fatal.” Istri juga harus menghargai orang tua suami, begitu pula sebaliknya karena kedua orang tua tersebut seolah-olah sudah jadi orang tua mereka semua. Sering perceraian terjadi karena faktor ekonomi, misalnya suami penghasilannya kurang atau bahkan diPHK. Istri hendaknya tidak diam atau justru merongrong suaminya. Sebaliknya coba bantu suaminya mencari nafkah. Meski wanita tidak wajib mencari nafkah, toh Khadijah yang merupakan wanita yang paling utama, membantu Nabi dengan harta kekayaannya. Saya lihat juga para istri yang langgeng menikah dengan suaminya, aktif membantu suaminya mencari uang dengan membuka katering atau berdagang di rumah sehingga mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga kuliah.

WaLLAHu a'lam bishawab.

http://sembilanpustaka.blogspot.com/

Minggu, 01 Mei 2011

HAK-HAK SUAMI ATAS ISTRI

Wahai isteri yang shalihah, ini adalah hak-hak suami atasmu. Bersungguh-sungguhlah dalam menunaikan hak-hak tersebut dan lupakanlah jika suamimu kurang dapat memenuhi hak-hakmu karena sesungguhnya yang demikian itu akan dapat melanggengkan cinta dan kasih sayang di antara kalian, dapat memelihara keharmonisan rumah tangga sehingga dengannya masyarakat akan menjadi baik pula.

[1]. Wanita yang cerdas dan pandai akan mengagungkan apa yang telah diagungkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan menghormati suaminya dengan sebenar-benarnya, ia bersungguh-sungguh untuk selalu taat kepada suami karena ketaatan kepada suami termasuk salah satu di antara syarat masuk Surga. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,

“Apabila seorang wanita mau menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan taat terhadap suaminya, maka akan dikatakan kepadanya (di akhirat), ‘Masuklah ke Surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.”  [Shahih: Shahiih al-Jaami'ish Shaghiir (no. 660), Ahmad (XVI/228, no. 250)]

Maka kewajibanmu sebagai seorang isteri, wahai para wanita shalihah, adalah untuk selalu mendengar dan taat terhadap setiap perintah suami selama tidak menyelisihi syari’at. Akan tetapi berhati-hatilah, jangan sampai engkau berlebih-lebihan dalam mentaati perintah suami sehingga mau mentaatinya dalam kemaksiatan. Karena sesungguhnya jika melakukan hal tersebut, maka engkau telah berdosa.

[2]. Di antara hak suami atas isteri, seorang isteri harus menjaga kehormatan dan memelihara kemuliaannya serta mengurusi harta, anak-anak, dan segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan rumah, sebagaimana firman Allah Ta’ala,
“Sebab itu, maka wanita yang shalih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).”  [QS. An-Nisaa': 34]

Dan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,
“Dan seorang isteri adalah pemimpin di dalam rumah suaminya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.”  [Muttafaq 'alaih: Shahiih al-Bukhari (II/380 no. 893), Shahiih Muslim (III/1459 no. 1829)]

[3]. Berhias dan memperindah diri untuk suami, selalu senyum dan jangan bermuka masam di depannya. Jangan sampai menampakkan keadaan yang tidak ia sukai. Ath-Thabrani telah mengeluarkan sebuah hadits dari ‘Abdullah bin Salam radhiyallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sebaik-baik isteri ialah yang engkau senang jika melihatnya, taat jika engkau perintah dan menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.”  [Shahiih: Shahiih al-Jaami'ish Shaghiir (no. 3299)]

Janganlah engkau sekali-kali menampakkan perhiasan pada orang yang tidak boleh melihatnya, karena hal itu adalah merupakan perkara yang diharamkan.

[4]. Isteri harus selalu berada di dalam rumahnya dan tidak keluar meskipun untuk pergi ke masjid kecuali atas izin suami. Allah berfirman,
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu.” [QS. Al-Ahzaab: 33]

[5]. Janganlah seorang isteri memasukkan orang lain ke dalam rumah kecuali atas izinnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Hak kalian atas para isteri adalah agar mereka tidak memasukkan ke dalam kamar tidur kalian orang yang tidak kalian sukai dan agar mereka tidak mengizinkan masuk ke dalam rumah kalian bagi orang yang tidak kalian sukai.”  [Hasan: Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1501), Sunan at-Tirmidzi (II/315 no. 1173), Sunan Ibni Majah (I/594 no. 1851)]

[6]. Isteri harus menjaga harta suami dan tidak menginfaqkannya kecuali dengan izinnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Janganlah seorang isteri menginfaqkan sesuatu pun dari harta suaminya kecuali atas izinnya.” Kemudian ada yang bertanya, “tidak juga makanan?” Beliau menjawab, “bahkan makanan adalah harta yang paling berharga.”  [Hasan : Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1859), Sunan at-Tirmidzi (III/293 no. 2203), Sunan Abi Dawud (IX/478 no. 3548), Sunan Ibni Majah (II/770 no. 2295)]

Bahkan di antara hak suami atas isteri adalah agar ia tidak menginfaqkan harta miliknya jika ia mempunyai harta kecuali jika sang suami mengizinkannya karena dalam sebuah hadist yang lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Janganlah seorang isteri menggunakan sesuatu pun dari hartanya kecuali dengan izin suaminya.”  [Dikeluarkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 775), beliau berkata, "Telah dikeluarkan oleh Tamam dalam al-Fawaa-id (II/182 no. 10) dari jalan 'Anbasah bin Sa'id dari Hammad, maula (budak yang dibebaskan). Bani Umayyah dari Janaah maula al-Walid dari Watsilah, ia berkata, "Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, kemudian ia menyebutkan hadits tersebut." Beliau (al-Albani) berkata, "Sanad hadits ini lemah, akan tetapi ada beberapa riwayat penguat yang menunjukkan bahwa hadits ini adalah tsabit."]

[7]. Janganlah seorang isteri melakukan puasa sunnah sedangkan suami berada di rumah kecuali dengan izinnya, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang berbunyi,  
“Tidak boleh bagi isteri melakukan puasa (sunnah) sedangkan suaminya ada kecuali dengan izinnya.” [Mutaffaq 'alaih: Shahiih al-Bukhari (IX/295 no. 5195), Shahiih Muslim (no. 1026)]

[8]. Janganlah seorang isteri mengungkit-ungkit apa yang pernah ia berikan dari hartanya untuk suami maupun keluarga karena menyebut-nyebut pemberian akan dapat membatalkan pahala. Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan (si penerima).” [QS. Al-Baqarah: 264]

[9]. Isteri harus ridha dan menerima apa adanya, janganlah ia membebani suami dengan sesuatu yang ia tidak mampu. Allah Ta’ala berfirman,
“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.”  [QS. Ath-Thalaq: 7]

[10]. Isteri harus bersungguh-sungguh mendidik anak-anaknya dengan kesabaran. Janganlah ia marah kepada mereka di depan suami dan jangan memanggil mereka dengan kejelekan maupun mencaci-maki mereka karena yang demikian itu akan dapat menyakiti hati suami.

[11]. Isteri harus dapat berbuat baik kepada kedua orang tua dan kerabat suami karena sesungguhnya isteri tidak dianggap berbuat baik kepada suami jika ia memperlakukan orang tua dan kerabatnya dengan kejelekan.

[12] Janganlah isteri menolak jika suami mengajaknya melakukan hubungan intim karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Apabila seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidur, tapi ia menolak untuk datang lalu sang suami marah sepanjang malam maka para Malaikat melaknatnya (sang isteri) hingga datang waktu pagi.”  [Muttafaq 'alaih: Shahiih al-Bukhari (IX/294 no. 5194), Shahiih Muslim (II/1060 no. 1436), Sunan Abu Dawud (VI/179 no. 2127)]

Dan di dalam hadits yang lain beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Apabila seorang suami mengajak isterinya untuk berhubungan intim, maka hendaknya sang isteri melayaninya meskipun ia sedang berada di atas unta.”  [Shahih: Shahiih al-Jaami' as-Shaghiir 534, Sunan at-Tirmidzi (II/314 no. 1160)]

[13]. Isteri harus dapat menjaga rahasia suami dan rahasia rumah tangga, janganlah sekali-kali ia menyebarluaskannya. Dan di antara rahasia yang paling yang sering diremehkan oleh para isteri sehingga ia menyebarluaskannya kepada orang lain, yaitu rahasia yang terjadi di ranjang suami isteri. Sungguh Rasulullah shalallahu ‘alaihi telah melarang hal demikian.

[14]. Isteri harus selalu bersungguh-sungguh dalam menjaga keberlangsungan kehidupan rumah tangga bersama suaminya, janganlah ia meminta cerai tanpa ada alasan yang disyari’atkan. Dari Tsauban radhiyallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Isteri mana saja yang minta cerai dari suaminya tanpa adanya alasan, maka ia tidak akan mencium bau wanginya Surga.”  [Shahih: Irwaa-ul Ghaliil (no. 2035), Sunan at-Tirmidzi (II/329 no. 1199), Sunan Abi Dawud (VI/308 no. 2209), Sunan Ibni Majah (I/662 no. 2055)]

Dan dalam hadits yang lain beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,  
“Para isteri yang minta cerai adalah orang-orang yang munafik.”  [Shahih: Shahiih al-Jaamii'ish Shaghiir (no. 6681), Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 632), Sunan Tirmidzi (II/329 no. 1198)]


www.shalihah.com Sumber: ‘Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil ‘Aziiz’ edisi Bahasa Indonesia ‘Panduan Fiqih Lengkap Jilid 2′ karya ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi, Pustaka Ibnu Katsir

Sumber : http://www.humairoh.inef.web.id/2010/09/hak-hak-suami-atas-isteri.html


HAK-HAK ISTRI ATAS SUAMI
Berikut ini adalah beberapa hak-hak isteri atas suami. Namun ketahuilah wahai para isteri yang shalihah, hendaknya engkau melupakan kekurangan suami dalam hal memenuhi hak-hak mereka. Kemudian hendaklah menutupi kekurangan suami tersebut dengan bersungguh-sungguh dalam mengabdikan diri untuk suami karena dengan demikian kehidupan rumah tangga yang harmonis akan dapat kekal dan abadi.
"Karena dengan demikian kehidupan rumah tangga yang harmonis akan dapat kekal dan abadi."

Dan hak-hak istri atas suaminya adalah:
[1]. Suami harus memperlakukan istri dengan cara yang ma’ruf karena Allah Ta’ala telah berfirman,  
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut.”  [QS. An-Nisaa': 19]

Yaitu, dengan memberinya makan apabila ia juga makan dan memberinya pakaian apabila ia berpakaian. Mendidiknya jika takut ia akan durhaka dengan cara yang telah diperintahkan oleh Allah dalam mendidik istri, yaitu dengan cara menasihatinya dengan nasihat yang baik tanpa mencela dan menghina maupun menjelek-jelekannya. Apabila ia (istri) telah kembali taat, maka berhentilah, namun jika tidak, maka pisahlah ia di tempat tidur. Apabila ia masih tetap pada kedurhakaannya, maka pukullah ia pada selain muka dengan pukulan yang tidak melukai sebagaimana firman Allah:
“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.”  [QS. An-Nisaa': 34]

Dan juga berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tatkala ditanya apakah hak isteri atas suaminya? Beliau menjawab,
“Engkau memberinya makan jika engkau makan, engkau memberinya pakaian jika engkau berpakaian, janganlah memukul wajah dan janganlah menjelek-jelekkannya serta janganlah memisahkannya kecuali tetap dalam rumah.” [Shahih: Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1500), Sunan Abi Dawud (VI/180, no. 2128, Sunan Ibni Majah (I/593 no. 1850)]

Sesungguhnya sikap lemah lembut terhadap istri merupakan indikasi sempurnanya akhlak dan bertambahnya keimanan seorang mukmin, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling bagus akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” [Hasan Shahih: Shahiih Sunan at-Tirmidzi (no. 928), Sunan at-Tirmidzi (II/315 no. 1172)]

[2]. Suami harus bersabar dari celaan isteri serta mau memaafkan kekhilafan yang dilakukannya karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Janganlah seorang mukmin membenci mukminah. Apabila ia membencinya karena ada satu perangai yang buruk, pastilah ada perangai baik yang ia sukai.” [Muttafaq 'alaih: Shahiih al-Bukhari (IX/253 no. 5186), Shahiih Muslim (II/ 1091 no. 1468 (60)]

Sebagian ulama Salaf mengatakan, “Ketahuilah bahwasanya tidak disebut akhlak yang baik terhadap isteri hanya dengan menahan diri dari menyakitinya namun dengan bersabar dari celaan dan kemarahannya.”

[3]. Suami harus menjaga dan memelihara isteri dari segala sesuatu yang dapat merusak dan mencemarkan kehormatannya, yaitu dengan melarangnya dari bepergian jauh (kecuali dengan suami atau mahramnya). Melarangnya berhias (kecuali untuk suami) serta mencegahnya agar tidak berikhtilath (bercampur baur) dengan para lelaki yang bukan mahram.

Suami berkewajiban untuk menjaga dan memeliharanya dengan sepenuh hati. Ia tidak boleh membiarkan akhlak dan agama isteri rusak. Ia tidak boleh memberi kesempatan baginya untuk meninggalkan perintah-perintah Allah ataupun bermaksiat kepada-Nya karena ia adalah seorang pemimpin (dalam keluarga) yang akan dimintai pertanggungjawaban tentang isterinya, Ia adalah orang yang diberi kepercayaan untuk menjaga dan memeliharanya.

[4]. Suami harus mengajari isteri tentang perkara-perkara penting dalam masalah agama atau memberinya izin untuk menghadiri majelis-majelis taklim. Karena sesungguhnya kebutuhan dia untuk memperbaiki agama dan mensucikan jiwanya tidaklah lebih kecil dari kebutuhan makan dan minum yang juga harus diberikan kepadanya.

[5]. Suami harus memerintahkan isterinya untuk mendirikan agamanya serta menjaga shalatnya, berdasarkan firman Allah Ta’ala,
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.”   [QS. Thahaa: 132]

[6]. Suami mau mengizinkan isterinya keluar rumah untuk keperluannya, seperti jika ia ingin shalat berjama’ah di masjid atau ingin mengunjungi keluarga, namun dengan syarat menyuruhnya tetap memakai hijab busana muslimah dan melarangnya untuk tidak bertabarruj atau sufur. Sebagaimana ia juga harus melarang isteri agar tidak memakai wangi-wangian serta memperingatkannya agar tidak ikhtilath dan bersalam-salaman dengan laki-laki yang bukan mahram, melarangnya menonton telivisi dan mendengarkan musik serta nyanyian-nyanyian yang diharamkan.

[7]. Suami isteri tidak boleh menyebarkan rahasia dan menyebutkan kejelekan-kejelekan isteri di depan orang lain. Karena suami adalah orang yang dipercaya untuk menjaga isterinya dan dituntut untuk dapat memeliharanya. Di antara rahasia suami isteri adalah rahasia yang mereka lakukan di atas ranjang. Rasulullah shalalallahu ‘alaihi wasallam melarang keras agar tidak mengumbar rahasia tersebut di depan umum.

[8]. Suami mau bermusyawarah dengan isteri dalam setiap permasalahan, terlebih lagi dalam perkara-perkara yang berhubungan dengan mereka berdua, anak-anak, sebagaimana apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Beliau selalu bermusyawarah dengan para isterinya dan mau mengambil pendapat mereka.

[9]. Suami harus segera pulang ke ruamh isteri setelah shalat ‘Isya. Janganlah ia begadang di luar rumah sampai larut malam. Karena hal itu akan membuat hati isteri menjadi gelisah. Apabila hal itu berlangsung lama dan sering berlang-ulang, maka akan terlintas dalam benak isteri rasa waswas dan keraguan. Bahkan di antara hak isteri atas suami adalah untuk tidak begadang malam di dalam rumah namun jauh dari isteri walaupun untuk melakukan shalat sebelum dia menunaikan hak isterinya.

[10]. Suami harus dapat berlaku adil terhadap para isterinya jika ia mempunyai lebih dari satu isteri. Yaitu berbuat adil dalam hal makan, minum, dan pakaian, tempat tinggal dan dalam hal tidur seranjang. Ia tidak boleh sewenang-wenang atau berbuat zhalim karena sesungguhnya Allah Ta’ala melarang yang demikian.

Sumber: ‘Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil ‘Aziiz’ edisi Bahasa Indonesia ‘Panduan Fiqih Lengkap Jilid 2′ karya ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi, Pustaka Ibnu Katsir
http://www.shalihah.com/

Sumber : http://www.humairoh.inef.web.id/2010/09/hak-hak-istri-atas-suami.html